Pukul 11.40
Siang cukup terik, namun di ujung utara, kau bisa melihat awan hitam sedikit bergelantungan.
Aku dengan ringan melangkahkan kaki menuju sebuah bangunan di ujung jalan
Ramai sekali orang berlalu lalang, melakukan banyak hal untuk hidup mereka, barangkali
Termasuk yang kuperhatikan di ujung ruangan sana
Seorang perempuan muda, yang barangkali lebih muda dariku, sibuk sekali melakukan banyak hal
Sibuk sekali berpindah dari meja satu ke meja lainnya
Sesekali mengeluh karena lelah, tapi lihatlah, tak ada yang menghiraukan
Sesekali lagi dia mengusap kedua tangannya
Kesakitan karena tak terbiasa bekerja keras
Namun sekali lagi kulihat, tak ada yang perduli
Rupanya dia digaji, kawan
Kau tau kan, untuk apa dia digaji?
Tentu saja untuk bekerja
Macam mana pula dia digaji untuk mengeluh
Rugilah semua pengusaha di dunia ini
Harus menggaji pekerja untuk mengeluh
Tak ada kemakluman
Tak ada hirauan
Tak ada guna mengeluh
Tak ada guna menggumam
Ternyata Dunia yang kau sebut Kerja itu memang kejam kawan
Tak ada yang perduli betapa lelahnya kita
Tak ada yang akan menghiraukan kesakitan kita
Tak akan ada yang mau tau masalah yang kita punya
Kita menukarnya dengan uang
Hey, tak usah munafik kalau kita ini memang budak uang
Jaman sekarang ini, apa yang bisa kau lakukan tanpa uang?
Hah!
Dan kau tau, aku sangat beruntung sekali
Beruntung sekali karena bisa mengetahui kejamnya dunia itu lebih dulu dibandingkan dengan kawanku yang lain
Dan kau juga harus bersyukur kawan
Karena tak semua bisa seberuntung kita
Aku bersyukur kawan, dan semoga Tuhan akan menambah nikmat-Nya kepadaku, pun kepada kalian
------------------------------------
Terimakasih atas 19.785.600 detik yang sangat berharga bersama kalian
Salam persaudaraan selalu
Semoga Allah senantiasa memudahkan setiap langkah menuju kebaikan dalam hidup kita :)
-dalam semangat mengeraskan diri-
Tiara Rizki :)
#copy-paste dari note facebook 15 Oktober 2012
untuk teman teman Kopma UNY
0 comments:
Post a Comment
leave me some words :)