Showing posts with label cuap-cuap. Show all posts
Showing posts with label cuap-cuap. Show all posts

Tuesday, August 16, 2016

Terus terang, terang terus




Matahari perlahan mulai menghilang disisi barat. Nyala lampu Kota Kalabahi mulai terlihat. Lampu rumah, lampu jalanan, kendaraan yang berlalu lalang hilir mudik. Ramai riuh rendah kehidupan malam hari kota dalam teluk ini mulai terlihat. Orang orang terlihat sibuk masing masing. Terlihat sangat hidup.

Tujuh puluh kilometer ke arah timur laut dari ramainya kota kalabahi, ada kehangatan kecil ditengah gelapnya malam hari Alor. Desa Pido yang berada tepat di tengah gunung di Pulau Alor membagikan dinginnya kepada semua yang berdiam didalamnya. Meski masih berada di pulau kecil yang sama dengan Kalabahi, nyatanya keadaan malam keduanya sungguh jauh berbeda.

Ketika ditempat lain orang orang sibuk komplain tentang listrik yang sering padam, masyarakat desa pido masih berkutat dengan ketiadaan listrik. Juga dengan keterbatasan lain sebagai imbas dari tidak adanya listrik yang mengalir di Desa Pido. Beruntung karena pemerintah memberikan lampu SEHEN (Super Extra Hemat Energi) yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya.

Keadaan sedikit berbeda di 2016 ini. Sejak awal Bulan Juli, Desa Pido kedatangan tiga orang yang bisa dibilang sangat penting bagi masyarakat. Mas-mas yang datang dari Bandung untuk mengerjakan proyek pembangunan PLTS disambut sukacita oleh masyarakat. Itu tandanya, seventar lagi bisa menikmati cahaya lampu semalaman. Bisa mendengarkan musik seharian. Bisa telpon sesuka hati tanpa harus memikirkan kehabisan baterai. Serta banyak kemewahan kemewahan lainnya.




Maka selama hampir dua bulan masyarakat bergotong royong membangun PLTS. Meratakan tanah yang miring, membangun rumah bagi PLTS. Memeasang tiang-tiang kabel. Memikul kabel ratusan meter. Semua dikerjakan dengan sukarela dengan sukacita. Tidak ada sarupun yang tertinggal untuk mengulurkan tangan membantu menyelesaikan proyek PLTS.


Kini, tinggal hitungan hari lagi Desa Pido akan menjadi lain. Malam akan menjafi terang. Kesunyian akan berganti menjadi suara riuh rendah kehidupan malam. Kehidupan akan semakin baik. Dan semua akan menjafi berbahagia. Lalu sampai setelah itu semua terwujud, semoga kehangatan, keramahan, dan conta kasih selalu meliputi Desa Pido dan penghuninya.


Share:

Monday, January 19, 2015

Ngedit Foto

Lagi pengen cerita tentang sesuatu yang bikin kaget dan ternganga (apalaaaaah?).
Kejadiannya berawal dari waktu minta file foto waktu nggembel di Singapura sama Malaysia akhir Mei 2014. Yang bikin ketawa ketawa sendiri adalah salah satu foto yang diambil diacara nggembel waktu itu. ini fotonya...
date taken : 29-05-2014

Foto nya emang biasa sih. ngga bagus bagus amat. Tapi ada yang bikin spesial. Pas liat foto itu langsung aja inget sama sebuah file foto yang diedit kira kira tahun 2012. dua tahun lebih awal dari foto yang pertama. ini dia foto nya ...

date created : 24-08-2012

Dulu foto itu dibikin waktu lagi selo aja gitu, ngedit ngedit foto trus pake background tempat tempat yang pengen didatengin. Waktu itu potonya di crop pake Photoshop trus background nya diedit pake corel. Setelah jadi di print trus ditempelin di tembok kamar hahahahahaha 

Alay mungkin ya? Tapi kok jadinya saya nya malah tambah percaya kalo that's how things happened. Dari mimpi, dari keinginan. Trus kalo sekarang pengen ngedit foto dengan background Elizabeth Tower atau Tower Bridge, apakah saya bakal beneran foto dengan kedua bangunan itu yang jadi background? Only God knows hahahahah


Selamat Bermimpi 
~

Share:

Tuesday, January 7, 2014

Tentang ICSEI 2014

Jadi bagian dari konferensi Internasional emang sesuatu banget. Ada banyak hal baru yang bisa kita lihat, dengar, pelajari untuk diri kita sendiri ataupun untuk orang lain disekitar kita juga.

ICSEI Conference 2014. International Congress for School Effectiveness and Improvement.

Awal liat iklan acara ini di web kampus sempet kepikiran pengen ikut. Setelah liat htm (?) yang ternyata amat ngga affordable banget ya nggak jadi. Tapi.. setelah lima hari ada di acara ini dengan role yang berbeda, jadinya malah ngerasa malu sendiri karena udah lancang pengen jadi peserta acara ini. Hampir semua yang datang adalah para doktor dan professor yang hidup mereka emang udah didedikasikan untuk melakukan research di bidang pendidikan.

Ada banyak catatan penting, kejadian seru, dan lain-lain yang terjadi selama 5 hari konferensi acara ini. Yang jelas, semuanya bikin diri ini lebih open minded, memahami sedikit culture negara lain, dan juga bagaimana orang lain memandang Negara Indonesia tercinta ini.


Name:
27th International Congress for School Effectiveness and Improvement 2014

Theme:
Redefining Education, Learning, and Teaching in the 21st. Century: The Past, Present and Future of Sustainable School Effectiveness

Date:
2-7 January 2013

Venue (main):
Royal Ambarrukmo Hotel







Salam Congress,

Tiararira

Share:

Friday, November 1, 2013

Truth

                                            *picture taken from google

so what's the point of me?
of you?
of us?
of them?
of everything i owned?

why lying and pretending
that everything is fine
when every single pieces is turned in to a mess?

what so good with having lots of busy time
when nothing runs smoothly?

why bother others difficulties
when you cannot even define the problem you have?

funny, isn't it



Share:

Sunday, September 1, 2013

Hari Pertama Penuh Warna. Klise!

Ini adalah sebuah kisah
Kisah mengajar pertama saya

Buruk? Mungkin
dibeberapa bagian

Baik? Tentu saja
dibeberapa bagian

Lesson Plan setebal 4 halaman sudah saya persiapkan
Dengan berbagai macam activity hasil referensi selama saya micro teaching di kampus
Tentu saja dengan banyak improvisasi sambil membayangkan anak murid yang akan saya hadapi

Maklum, sekolah yang saya diami ini memang bukan sekolah sembarangan
Favorit katanya...

Perangkat yang saya butuhkan untuk media pun sudah saya persiapkan dengan baik
Sambil berharap dan membayangkan aktifnya kelas nanti ketika aktifitas itu dilaksanakan

Saat waktu pengeksekusian semakin dekat, saya semakin sulit mengontrol degup jantung
Berbagai kalimat penenang hati saya ucapkan berkali-kali

Perlahan kaki mulai melangkah ke dalam ruangan besar segi empat berisi meja dan kursi
Pandangan mulai saya edarkan keseluruh penjuru kelas

kalimat kalimat perkenalan mulai saya ucapakan
Murid murid berseru riang
Bukan karena kehadiran saya, tapi karena ketidakhadiran guru yang biasa mengajar
Saya tertawa, hambar...

Panjang sebenarnya cerita yang satu ini
Hanya saja jari jari seperti malas tak mau diketuk ketukkan di atas keyboard
Entahlah, mereka mulai sulit diatur

Singkatnya, siang itu banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapat
Singkatnya pula, saya lalu menyadari bahwa otak saya harus bekerya lebih keras
Bahwa "Teaching is an art"

Ah, dan lalu saya tiba-tiba ingat
Sebuah kata-kata hebat dari seorang Donny Dhirgantoro
Begini tulisnya di 5cm

"Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa
” 

Kalau sudah begini, saya jadi ingat Semeru. Dan dapat oleh-oleh begini dari teman teman yang mendaki 17 Agustus lalu...



Semoga Tuhan berbaik hati memberi kesempatan meninggalkan jejak sudut di tempat tempat itu
Mari berdoa, untuk mimpi mimpi yang tengah menggantung 5cm di depan dahi kita :)
Share:

Tuesday, June 18, 2013

Hari Demo BBM


*gambar diambil dari google*

Hari kemarin tidak seperti biasanya..

Gang keluar dari kampus guru macet. Jalan sang pelukis, yang nampaknya orang sulit menyebut namanya, itu macet. Dan yang lebih tidak biasa, jalan tikus alternatif yang biasanya lengang itu pun ikutan macet.
Apakah komo sekarang sudah eksis lagi? Menggantikan Elang dan Rajawali yang beterbangan di layar kaca?

Rupanya tidak..

Setelah menjamah macet lebih dari 2700 detik akhirnya saya temukan biang kerok kemacetan.
Kawan-kawan seprofesi saya. Yang saya pun ragu untuk kepantasan menyebut mereka kawan. Bukan karena saya tak mengenal mereka. Tapi, ah lihatlah kelakuan mereka.

Mereka ini menutup jalan utama di kota nyaman yang mulai ikutan padat ini. Demo bahan bakar yang katanya mau naik. Mau menyuarakan suara rakyat katanya. Tidaklah mereka berpikir berapa ribu rakyat yang mereka sengsarakan karena macet. 

Rakyat yang harus segera pulang kerumah memasak untuk keluarga.
Rakyat yang harus segera mengantar keluarga yang sakit. 
Rakyat yang harus menyampaikan pesanan dari pemesan.
Rakyat yang harus mengejar kereta agar bisa mencari sesuap nasi untuk keluarga
dan rakyat lain yang harus segera pulang menyelesaikan tugas seperti saya...

Dan ah, sebagai kawan seprofesi saya sungguh malu, tadi pagi headline koran memuat mereka. Anarkis katanya. Merusak mobil yang lewat. Di lain daerah malah sampai merusak infrastruktur bangunan.

Saya pikir wajar keinginan demo dan berorasi itu muncul. Wajar ketika mahasiswa mempertanyakan kenaikan BBM sebagai sebuah solusi dari membengkaknya anggaran negara.
Namun menjadi tidak wajar ketika niat mulia itu justru mereka hancurkan sendiri.

Saya memang tidak pernah demo. Buat apa? supaya didengar? Lantas apa yang akan terjadi kalau orasi kita hanya didengar saja? Begitukan biasanya? Masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Tapi saya juga bukannya tidak sepakat dengan demo. Belenggu negara ini terbebas karena demo dari mahasiswa. Ingat kan Mei 1998?

Meski begitu
Saya lebih memilih berdiskusi. Memutar otak menemukan ide bisnis. Merencanakannya. Agar nanti akan ada 3 atau 5 bahkan 10 orang yang nasib makannya tak kan lagi tergantung pada harga BBM. 

Saya memilih berdiskusi dengan teman. Bertukar informasi tentang negeri ini. Terlalu banyak hal yang belum saya pahami. Terlalu sedikit kebaikan yang saya ketahui.

Atau membaca buku. Agar saya bisa menjadi pendidik yang profesional. Yang memiliki pemahaman baik tentang keilmuan dan anak murid saya. Hingga nantinya bisa membantu 10 atau 30 bahkan 100 anak untuk bisa bermimpi, membangun masa depan yang lebih baik untuk mereka.

Tapi saya tetap yakin, setiap orang memiliki cara sendiri untuk mencintai Negeri ini. Dan saya juga yakin, cara apapun itu tentu saja memiliki aturan yang orang pilihan seperti mahasiswa bisa pahami.

Bukankah demikian? Berprofesi sebagai mahasiswa itu sungguh istimewa. Pak Hatta Rajasa bilang hanya 8% rakyat Indonesia usia mahasiswa yang benar-benar menjadi mahasiswa.

Spesial bukan?
Maka saya tidak ingin menodai kespesialan itu.


Hidup mahasiswa Indonesia!!!!


Share:

Friday, May 17, 2013

Cinta bukan tentang usia :)

Si Mbah saya kecelakaan. Tertabrak motor.

Pagi itu masih pukul 05.00. Pagi buta. Si Mbah mau ke pasar belanja buat jualan di warung rumah.
Iya, Si Mbah saya punya warung kecil dirumah. Pedagang. Entrepreneur.

Nah kan! Saya punya darah entrepreneur. Jadi possibly, maybe, saya punya bakat enterepreneur.

Si Mbah saya itu tadi retak dan patah di tiga tempat di tangan kanannya. Dan juga sobek dalam di paha kanan sehingga dijahit. Bukan pakai mesin jahit tentunya. Ini Si Mbah saya, bukan baju.

Ditambah lagi ada retak dan luka besar di jari-jari tangan kanan yang menjadikan kassa yang membalutnya basah. Darah. Merah.

Sementara Si Mbah putri berbaring sambil sesekali mengeluh kesakitan, Si Mbah kakung berada dirumah. Entah melakukan apa, menunggu rumah. Barangkali ada tamu yang datang. Siapa yang tau kan?

Pulangnya, mampir ke Si Mbah kakung. Memastikan makannya terlaksana, menyampaikan kabar.

Tetiba mata ini memerah. Memperhatikan raut wajah Si Mbah ketika mendengarkan cerita tentang kondisi SI Mbah putri.

Raut nya tetap teduh, meski ada kekhawatiran disana.
Senyumnya tetap menyenangkan, meski ada kesedihan disana.
Suaranya tetap tenang, meski ada getaran sendu disana.

Kalimatnya tetap sederhana, meski ada ronta ingin berjumpa sebenarnya.

Begitulah, ketika belahan jiwa kau yang sudah hidup seatap dengan kau tak kurang dari 60 tahun,
sakit dan harus terpisah dari kau.

Mereka bilang tak apa, sudah tua ini. Ah, siapa yang tahu cintanya Si Mbah. Meski sudah bungkuk, sudah keriput, sudah ompong. Cinta tetap cinta.

Cinta bukan masalah usia, ini masalah menjaga. Menjaga cinta.

Saya iri sekali ketika itu. Ingin sekali punya kasih cinta sayang apalah itu, yang tulus. Yang tak mengenal usia.rupa.pesona.

Begitulah, cinta memang bukan tentang usia :)

Share:

Thursday, May 16, 2013

Usaha dengan usaha

Luar biasa sekali seminar kemarin ini..

Sudah gratis, dapat makan minum, sertifikat. Tempatnya pun tak main main.
Grha Sabha apalah itu, milik kampus sebelah. Megah.

Saya datang dengan niat yang tulus. Ingin mendapat pencerahan tentang kewirausahaan.
Dan ini sungguhan. Karena memang begitulah tema seminarnya.

Opening berlangsung wah. Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang entah sudah berapa lama tak saya nyanyikan. Merinding hingga ke leher. Menyanyi Satu Nusa Satu Bangsa. Ah, apa pula judul yang benar, liriknya saja sering tertukar. Malu.

Sambutan dari Menteri Koperasi dan UKM pun mewah. Tentu saja bukan Pak Menteri yang datang. Diwakili oleh wakilnya. Siapa entah. Sayang, hanya satu kalimat tanpa makna utuh yang terngiang di kuping saya. Begini >> Kejar dengan gigih, kayak pacar. Apa yang harus dikejar dengan gigih? Apa yang kayak pacar? Pacar siapakah? Entah.

Sayang sekali, sungguh, kewahan itu harus dinodai dengan moderator yang... ah sudahlah. Sungguh moderator yang... ah sudahlah. Ditambah noda dari motivator yang juga... ah sudahlah. Mana ada motivator kok...ah sudahlah. Memang hari itu penuh keanehan yang membuat mulut ini berucap ah sudahlah, gratis ini.

Tapi untungnya ada satu nama yang wah. Profesor Suyanto. Cerdas, sederhana, humoris. Sempurna, dimata saya. Dari Amikom. Akademi Minyak dan Kompor. Begitu beliau memperkenalkannya. Jangan salahkan saya menyebutnya demikian. Punya 10 kampus lebih. Tercatat di Unesco pula. Cerita perjuangan beliau itu, luar biasa. Sayang tak rampung penjelasannya. Dimana saya bisa menemukan beliau lagi. Mari Berburu.

Kami diberikan post test. Pre test juga. Ingat ketika saya hanya menangkap sepenggal kalimat dr sambutan menteri? Ya, karena saya mengisi pre test.

Kenapa ingin menjadi wirausaha? Karena Wirausaha itu hebat. Itu jawaban saya. Benarkan? Wirausaha itu hebat? Tidak hanya mencari uang untuk sendiri, juga membantu yang lain mencari uang. Tidak hanya menggantungkan nasib pada pemerintah, tapi membuat dirinya menjadi gantungan nasib banyak orang.

Tapi tidak, tujuan saya tak semuluk itu. Tujuan saya cuma satu. Saya ingin mengusahakan mimpi saya untuk terwujud. Kalian punya mimpi kan? Saya juga punya. Mimpi itu harus diwujudkan, kan? Dan butuh usaha untuk mewujudkannya, kan? Inilah salah satu usaha saya.

Balekambang, Karimunjawa, Bromo, Lombok, Wakatobi. Itu hanya sedikit tempat di Nusantara yang menjadi mimpi saya. Bahagia bukan, jika bisa menundukkan kepala memuji kehebatan-Nya di seluruh penjuru Nusantara bahkan Dunia? Dan akn lebih bahagia bukan jika dapt mengajak keluarga, Bapak Ibu, semuanya, ah, betapa mimpi itu indah.

Ah, ternyata itu sama muluknya ya? Baiklah, sederhananya, Saya ingin usaha sebagai usaha mewujudkan mimpi.

Semoga Tuhan membaca tulisan ini. Dan tahu kalo saya mau berusaha. Dengan begitu Dia akan membantu saya.

Tapi, bukankan Dia mengetahui segalanya? Itu berarti Dia pasti akan mewujudkan mimpi saya :)

Bahagianya hidup ini :)





Share:

Thursday, April 25, 2013

Kenapa Ujian Nasional


Diskusi kami pagi itu dimulai dengan sebuah pertanyaan. Begini kira kira...

Apakah menurut kalian Ujian Nasional itu perlu?

Seorang teman mengacungkan jari dan dengan mantap mengatakan setuju dengan alasan yang saya lupa persisnya. Karena penting untuk mengukur pencapaian kegiatan pembelajaran, begitu kira-kira.

Keseruan muncul ketika teman yang lain mengangkat tangan dan mulai mengungkapkan pandangannya.
Ujian nasional itu perlu. Namun untuk sepatutnya tidak dijadikan sebagai alasan kelulusan. karena kemampuan anak berbeda. One may be good at music, other may not etc. Dan bahwa yang tau benar proses pembelajaran yang terjadi adalah para guru yang terlibat langsung saat proses pembelajaran terjadi.

Saya sangat setuju tentang poin bahwa setiap anak mempunyai kemampuan berbeda. Dan saya pikir harus ada sebuah cara di dunia pendidikan kita ini yang mampu mengakomodir itu. Sayang sekali saya belum punya solusi untuk itu.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah. Benarkah guru memahami betul bagaimana perkembangan proses belajar muridnya? Sudahkah guru berperilaku objektif ketika menilai muridnya? Sudahkah guru berperilaku jujur, profesional dengan pekerjaannya?

Saya juga calon guru, dan ini menyadarkan saya akan banyak hal.

Dosen saya bercerita kecil soal ini. Tentang dosen saya yang lain. Ketika di sebuah seminar ada seorang guru di Sumatera berkeluh kesah dan mengatakan bahwa dirinya tak mendukung adanya UN. karena anak muridnya merasa kesulitan. Dosen saya kemudian bertanya, berapa nilai rata-rata UN di sekolah anda? Guru menjawab 7,25. Komentar dosen saya ketika itu,  bukankah itu angka yang bagus untuk ukuran rata-rata? Bagaimana mungkin Anda mengatakan bahwa Anak anda merasa kesulitan sedangkan fakta membuktikan bahwa nilainya bagus.

Saya menarik dua kesimpulan dari pernyataan tersebut. pertama, si guru merendahkan kemampuan anak muridnya. kedua, si guru kerepotan saat harus mendongkrak nilai UN agar anak anak mereka lulus.

Faktanya adalah pemerintah pusat menentukan nilai batas kelulusan berdasarkan hasil UN sebelumya. Maka implikasinya adalah, jika kita menaikkan (tidak jujur) nilai UN krn agar dipandang bagus, akan semakin menyulitkan kita karena itu berarti standar akan terus naik padahal kemampuan anak kita "baik" karena dibaik-baikin.

Banyak yang mengatakan bahwa UN ini membuat anak stres. Anak jadi tertekan. Anak tidak memiliki waktu bermain. UN tidak adil karena standar nilai sekolah di Jawa dan diluar Jawa sama. Padahal infrastuktur nya sangat berbeda.

Ya, saya setuju bahwa infrastruktur adalah bagian penting.

Lagi-lagi saya mempunyai pemikiran baru tentang ini. dan lagi-lagi pesan ini datang dari dosen saya. Disaat seperti ini, posisikan diri kita sebagai orang tua. Orang tua yang baik tentunya. Bukankah kita akan lebih bahagia ketika anak kita disamakan dengan orang yang pintar (dengan kesadaran bahwa kita bisa membantu mereka untuk benar-benar sama dengan anak pintar) ketimbang anak kita dibedakan karena dianggap bodoh?

Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan. Bukankah banyak orang mengatakan demikian? Ini jamannya kerja keras. Jamannya berakit rakit, supaya bisa berenang ketepian. Bukan jamannya lagi memanjakan anak. Khawatir kalau anak berpikir terlalu keras dan sebagainya.

Justru disini point pentingnya. Seharusnya UN bisa menjadikan orang tua dan guru menjadi kompak. Kompak dalam menjadikan atmosfer belajar menjadi menyenangkan. Kompak dalam memberi semangat. Kompak dalam memberi motivasi. Motivasi bahwa ujian adalah hal biasa. Bahwa hidup akan selalu dipenuhi dengan ujian. Dan bahwa nanti, usai masa sekolah, akan ada banyak hal menantang yang membutuhkan kerja keras untuk bisa menyelesaikannya.

Ujian Nasional penting untuk mengetahui bagaimana pencapaian pendidikan kita saat ini. Apakah pembelajarannya berhasil? Apakah ada yang perlu diperbaiki. Dan inilah pertanyaan saya. Lalu apa setelah Ujian Nasional? Evaluasi seperti apa yang dilakukan? Serta perbaikan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Ini yang tidak saya tahu, dan banyak orang tidak tahu. Dan saya pikir penting bagi pemerintah untuk memberi tahu.

Ketidaksukaan karena ketidaktahuan seringkali membuat banyak orang lupa untuk bisa melihat dari sisi lain. 

Begitulah. Ketimbang kita selalu mencari-cari keburukan yang malah tidak akan menyelesaikan apapun, kenapa kita tidak mencari kebaikan yang bisa kita jadikan motivasi atau alat untuk senantiasa memperpaiki apa-apa yang masih bisa diperbaiki.

Sembari berdoa supaya pendidikan biarlah dibicarakan dalam rangka mendidik. Dibicarakan dengan keadaan sadar, bahwa inilah yang akan menjadi tonggak kebangkitan bangsa kita. Bukan dengan dicampur adukkan dengan kepentingan politis perebutan citra positif.

Share:

Friday, April 19, 2013

Apa kabar Alphard? #eh

Pas sekali!

Sebut saja dua hari yang lalu, ketika pagi hari mantengin tv, ada sebuah kalimat luar biasa meluncur dari mulut seorang artis ternama.
Kita sebut saja Venna, atau lebih enaknya mungkin Venna Melinda #eh

Begini kurang lebih kalimatnya
"Selama 17 tahun menikah, yang benar-benar hasil keringat Mas Ivan untuk saya adalah mobil Alphard, itu hadiah kehamilan saya, itu pun SECOND" begitu katanya enteng

Tanpa tau dalam konteks apa beliau berucap begitu,dalam hati berkata...
duh tante Venna, meskipun second, tetep aja itu alphard. Ga semua orang bisa beli.

Rupa rupa beliau nya sedang menjalani sidang perceraian dengan suami. 
Dulu waktu masih cinta apa aja mau dibagi bersama katanya, sekarang waktu sudah tak cinta rebutan harta.
Duuh, wakil rakyat 

Sudah tau dong, kalau tante Venna ini anggota dpr dari fraksi demokrat?
Oh! Ataukah huru hara rumah tangga partai bisa berpengaruh pada rumah tangga kadernya?
Duuuh. Hati hati yang mau masuk partai.

Btw, apa kabar ya bbm kita. Mungkin lain kali nonton berita saja. Tapi kalau semua orang milih nonton berita, siapa yang mau memperhatikan kabar tentang artis-artis kita?

Share:

Wednesday, April 17, 2013

lagi, aku melanggar janji

menengok lagi tempat ini, sudah tiga bulan
lagi... aku melanggar janji

banyak betul yang sebenarnya yang ingin diceritakan
tapi...
ah, otak ini terlalu malas untuk mengingat kembali yang terjadi
terlalu menyenangkan, atau bahkan terlalu menyakitkan

nanti...
kalau sudah ada hasrat
parti akan tersurat semuanya
Share:

Friday, January 4, 2013

Senja dan Kereta

Ini tentang senja dan kereta
Tentang berbaurnya pereadabaan
Tentang bersatunya perbedaan

Tentang pentingnya berjalan seseuai rel
Tentang bayangan kehancuran menyimpang dari rel
Begitulah, hidup
Punya rel
Tujuannya berbeda memang
Tapi terhubung, tak putus




Senja itu, ketika kapal udara, kuda besi, teknologi, 
dan tentu saja kereta terekam dalam sekali kedipan kelopak mata,
menyadari...
bahwa kehidupan punya jalurnya masing masing.
Bahwa ketika hari ini berkerikil, esok mungkin beraspal atau bahkan berbatu
nikmati saja..
karena pasti akan sampai ke tujuan.

-on my way being better-
January 2013
Regards,

Share:

two months

I missed two months last year! hope that'll not happen again, this year. More writing more gaining.
Happy new year!


#Jakarta
   Saya sudah ke Jakarta. Alhamdulillah. dua kali.
     Soekarno-Hatta Airport
     Dufan
     


 
  Sea world
   
     Monas
     Gambir
     KRL commuter
         

     Depok
     sekaligus Bogor
     Alhamdulillah
     Thankyou so much my beloved brother <3 p="">
#Singapore
#Mountain
   Saya juga sudah bisa mencoret yang satu ini. Saya ke Sindoro. Tanggal 30 Maret 2013. Melihat          
   munculnya mentari dari atas.
   

   Subhanallah :)

#Job
  Mungkin belum benar-benar pekerjaan. Tapi ini adalah 'job' yang saya maksud. ngeles privat.
  Alhamdulillah bisa menyalurkan ilmu :)
  Ngeles pertama saya ada di tanggal 13 Maret 2013. Nada namanya :)

#Surabaya
#Scholarship
#Cumlaude
#Gadget


Amien...


Di penghujung april ini, saya ingin menuliskan lagi mimpi mimpi.
#Usaha
#Malang
#Rafting

Sederhana bukan? Karena saya pikir hal-hal besar akan berawal dari langkah sederhana yang dilaksanakan segera :)

Share:

Wednesday, October 24, 2012

Bekerja itu...


Pukul 11.40

Siang cukup terik, namun di ujung utara, kau bisa melihat awan hitam sedikit bergelantungan.
Aku dengan ringan melangkahkan kaki menuju sebuah bangunan di ujung jalan
Ramai sekali orang berlalu lalang, melakukan banyak hal untuk hidup mereka, barangkali

Termasuk yang kuperhatikan di ujung ruangan sana
Seorang perempuan muda, yang barangkali lebih muda dariku, sibuk sekali melakukan banyak hal
Sibuk sekali berpindah dari meja satu ke meja lainnya
Sesekali mengeluh karena lelah, tapi lihatlah, tak ada yang menghiraukan
Sesekali lagi dia mengusap kedua tangannya
Kesakitan karena tak terbiasa bekerja keras
Namun sekali lagi kulihat, tak ada yang perduli

Rupanya dia digaji, kawan
Kau tau kan, untuk apa dia digaji?
Tentu saja untuk bekerja
Macam mana pula dia digaji untuk mengeluh
Rugilah semua pengusaha di dunia ini
Harus menggaji pekerja untuk mengeluh

Tak ada kemakluman
Tak ada hirauan
Tak ada guna mengeluh
Tak ada guna menggumam

Ternyata Dunia yang kau sebut Kerja itu memang kejam kawan
Tak ada yang perduli betapa lelahnya kita
Tak ada yang akan menghiraukan kesakitan kita 
Tak akan ada yang mau tau masalah yang kita punya
Kita menukarnya dengan uang

Hey, tak usah munafik kalau kita ini memang budak uang
Jaman sekarang ini, apa yang bisa kau lakukan tanpa uang?
Hah!

Dan kau tau, aku sangat beruntung sekali
Beruntung sekali karena bisa mengetahui kejamnya dunia itu lebih dulu dibandingkan dengan kawanku yang lain
Dan kau juga harus bersyukur kawan
Karena tak semua bisa seberuntung kita

Aku bersyukur kawan, dan semoga Tuhan akan menambah nikmat-Nya kepadaku, pun kepada kalian


------------------------------------


Terimakasih atas 19.785.600 detik yang sangat berharga bersama kalian
Salam persaudaraan selalu
Semoga Allah senantiasa memudahkan setiap langkah menuju kebaikan dalam hidup kita :)

-dalam semangat mengeraskan diri-
Tiara Rizki :)


#copy-paste dari note facebook 15 Oktober 2012
untuk teman teman Kopma UNY
Share:

Thursday, March 29, 2012

One Direction

Namanya One Direction. Kenal mereka gara gara Boyce Avenue (lhoh?! kok bisa?). Sejarahnya adalah bahwa si Boyce Avenue ini kan memang tukang nge-cover lagu orang (dan selalu bagus), meng-coverlah dia sebuah lagu. Judul lagu itu adalah 'What Makes You Beautiful'. Dan itu bagus bangeeet. Check this out! (bah berasa host acara music!)



Bagus banget kaaan? Jatuh cintalah sama lagu ini. Penasaran lah saya sama penyanyi aslinya. Karena pasti beda banget versinya sama yang dinyanyiin BA ini. Lalu di download deh versi aslinya. Ternyata yang nyanyi namanya One Direction. Dan ternyata emang bener bahwa versi aslinya itu bedaaaa banget sama versinya BA. Jauh lebih ngebit.. Sebulan, dua bulan, tiga bulan ngedengerin One Direction, akhirnya penasaran sama muka mukanya. Dan keyika googling terperangahlah saya. Mengetahui bahwasanya si One Direction ini ternyata adalah >>>> Boy Band! Sama sekali ga kepikiran sebelumnya, sama sekali.

Dan yang bikin kaget lagi adalah karena mereka asalnya dari England. Kenapa saya harus kaget?! Karena kalau mereka dari England, they will have such wonderful accent! The way they speak, pasti sexy banget hahaha. Dan lagi-lagi bener. Meskipun agak susah untuk dimengerti apa yang lagi mereka omongin, but after all , they way they speak, I dont know, I just love it. Ini salah satunya


Dan ternyata mereka ini masih muda belia mengguncang dunia lho. Ada yang 21, 19 sama 18. Berondong yaa? hahaha. Oh ya, waktu tahu kalo mereka ini boyband dan dari Irish-British, langsung kepikiran sama westlife deh. The next westlife kali ya? Tapi ga juga sih. gaya menyanyi sama cara nyanyi mereka jauh banget. Anyway, since they both have such a wonderful accent, I love them both juga hahaha

Oya, mau tahu versi aslinya 'What makes you beautiful' ? Dengan lebih dari 80 juta penonton di Youtube, ga bakal nyesel dengerin lagunya. Here they are One Direction :)




Share:

Sunday, March 25, 2012

Because I am the one in charge

Apa sih yang paling penting ketika kita bekerja sama dengan orang lain baik itu dalam kepanitiaan atau pekerjaan atau yang lainnya? Saya bilang KOMUNIKASI. Namun meskipun saya tahu bahwa komunikasi itu penting, tidak semua komunikasi yang saya jalankan ketika saya menjalin kerjasama dengan orang lain berjalan baik. Pun dalam situasi kali ini.

Saya sadar betul bahwa komunikasi akan mempermudah segalanya. Apalagi ketika kita tengah mengalami badai masalah yang kiranya tak bosan-bosan menghadang. Namun lain ceritanya ketika saya tidak bisa menjalin komunikasi yang baik diantara partner kerja saya. Pun dalam situasi kali ini.

Saya tidak tahu siapa yang patut disalahkan dalam situasi seperti ini. Ketika masalah datang, kami sama sama mempunyai tanggungjawab lain diluar kerjasama yang kami jalin. I think that I've already tried to make a good communication. Saya benar benar tidak mengerti kenapa saya tidak bisa dengan mudah menjalin komunikasi yang baik seperti di situasi2 lain sebelumnya. dan itu sangat membuat frustasi.

Yang saya maksud dengan komunikasi yang baik adalah bukan dengan cara ber-sms-an ria setiap hari atau telpon2an setiap jam. Bukan. tapi tentang mengkomunikasikan apa pun mengenai perkembangan acara kami, dari mulai ide atau bagaimana perkembangan teman2 yang lain, atau bagaimana rencana selanjutnya atau apa yang akan masing2 dari kami bahas atau kerjakan, atau hal hal yang lainnya. Yang terjadi adalah masing masing kami berjalan sendirian. Masing masing hanya terima jadi tentang hal hal yang kami kerjakan. Tak ada musyawarah yang baik. Dan itu sangat membuat tertekan.

Yang sangat membuat saya sedih adalah bahwa hal tersebut terjadi berulang kali. Yang membuat saya tambah bersedih adalah kenyataan bahwa I cannot make any better condition. Dan ketika ditanya siapa yang salah, tentu saja jawabannya adalah saya. Because I am the one in charge. Kalo ditanya siapa yang bermasalah Im the one to be blamed. I really feel bad. I really am.

Mungkin yang lain hanya menganggap ini hanya angin lalu. yang lain mungkin menganggap bahwa saya berlebihan atau tidak profesional. Tapi tidak bagi saya. I dont know whether they will understand or not, but I am so depressed because of this.

For some reason i wanna cry aloud. But I think they dont deserve my tears, they really dont. But somehow it falls down on my face...





Share:

Friday, March 16, 2012

BBM naik lagi !

Sekarang semua orang lagi sibuk membicarakan kenaikan harga BBM. Well, sebagai seorang 'konsumen' BBM, premium khususnya, saya juga pasti bakal merasakan akibatnya. Kenaikan harga BBM pasti akan menimbulkan -meminjam istilahnya bu sri Mulyani- efek domino. Cepat atau lambat, akan naik pula harga harga di lain sektor.

Mungkin itu juga yang mengakibatkan mahasiswa dan beberapa LSM beramai ramai demo dan berorasi menolak habis-habisan keputusan pemerintah. Harapannya pasti pemerintah akan mendengar dan lalu kemudian membatalkan kenaikan harga BBM. Faktanya? We all can see...

If I could just sayin' my opinion... Harga BBM pasti bakalan naik terus. Pelan tapi pasti... And no matter how high is the price, kebutuhannya akan selalu banyak dan cenderung bertambah. Saya pikir sekarang bukan waktunya lagi untuk melarang pemerintah menaikkan harga BBM (harga bbm kita udah paling rendah di dunia coy, and this is no joke!). Ini adalah waktunya kita bersama pemeritah memikirkan alternatif. Bukan hanya alternatif energi tapi juga satu hal yang krusial, alternatif transportasi.

I've once imagine, Jogja, tempat saya menghabiskan 20 tahun waktu hidup saya, punya alat transportasi yang baik dan terpadu. Membayangkan kota ini punya alat transportasi yang nyaman, menjangkau semua tempat even di jalan kecamatan. Then I'll absolutely prefer going everywhere by public transportation rather than riding my own vehicle. trust me, it's true.

Because riding a vehicle on your own is somehow tiring. So, if only we have a good-managed public transport it's gonna be awesome!Orang-orang juga pasti akan lebih memilih naik transportasi publik. tapi pastikan dulu Bahwa transportasinya terjadwal dengan baik, nyaman, aman, dan menjangkau hingga pelosok.

Dengan begitu setidaknya akan ada lebih banyak orang menaiki transportasi umum, kebutuhan bbm -setidaknya- bisa menurun, jalan menjadi lebih lengang. hah! what a wonderful place :)

Share: