Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Monday, October 7, 2013

Ada

ada ribuan dari jutaan makna yang tak kita pahami
ada ribuan dari jutaan dusta yang kita ketahui
ada ribuan dari jutaan kebaikan yang tak kita sadari

lalu, ada pengganggu ketika bisik hati mulai terdengar,
bagaimana mereka memandang kita bukan lagi tentang bagaimana kita memandang mereka
bagaimana mereka melihat kita bukan lagi tentang bagaimana kita melihat mereka
bagaimana mereka memperlakukan kita bukan lagi bagaimana kita memperlakukan mereka

maka ketika masa itu datang
ada dingin menyusup ke lorong bawah kulit
menyeruak mencari kehangatan
Tuhan...

Share:

Sunday, August 18, 2013

Berat

Ada masa ketika kau sudah merencanakan semua
Mempersiapkan bekal seluruhnya
Menentukan kemana arah

Tapi dengan mudahnya kaki kau tak kuasa melangkah
Berat sungguh rasanya

Tak ada juluran tali berbatu yang tersangkut
Tak ada perekat kuat yang menempel

Tak ada apapun
Hanya berat....


Share:

Sunday, March 25, 2012

seuntai senyum

But then I read this poem. Dituliskan oleh teman satu kelas saya, namanya Cahya Ardi Ratana di status facebooknya. Begini bunyinya...


tahukah kalian..?
bahwa setitik api kecil mampu membakar hutan seluas samudera,,..
bahwa setitik racun mampu membuat air tawar seluas angkasa raya menjadi tidak murni lagi..
bahwa setitik warna hitam mampu mengotori hamparan salju di kutub utara..
bahwa sehelai rambut mampu menyumbat pembuluh darah ratusan ribu orang...
bahwa satu retakan kecil mampu meruntuhkan sebuah gedung bertingkat...
begitulah ketika satu senyum kecil terkembang mampu menaklukan dunia dalam sekejap...
tersenyumlah..
meski badai datang..
tersenyumlah meski rintangan menghadang...
tersenyumlah...
meski cahaya penunjuk jalan menghilang...
tersenymulah...
meski di depanmu banyak jurang...
tersenyumlah...
meski harapan masih menjadi bayang-bayang...
dan tersenyumlah..
karena punya harapan..
karena punya tujuan..
karena punya impian...
 





*thanks so Cahyo, puisimu made my day banget deh hahaahha. thanks juga udah dibolehhin copast :D
Share:

Monday, January 9, 2012

Wanita salehah bukan dilihat dari keindahannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari usahanya menutupi auratnya.

Wanita salehah bukan dilihat dari kekhawatirannya digosa orang dijalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang lain tergoda karena tingkah lakunya.

Wanita salehah bukan dilihat dari supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat ari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya.

Wanita salehah bukan dilihat dari kepandaiannya dalam berbicara,
tetapi dari kehati-hatiannya menjaga perasaan orang lain.

Wanita salehah bukan dilihat dari kepandaiannya bersolek,
tetapi dari kepandaiannya menjaga diri untuk suaminya.

Wanita solehah bukan dilihat dari seberapa banyak laki-laki yang tertarik padanya,
namun dilihat dari bagaimana ia mampu menjaga hatinya, menjaga pandangannya.

Maka Ya Allah, bimbing hamba menjadi wanita salehah
Amin


-dari "Ya Allah,Bimbing Hamba Menjadi Wanita Salehah" dengan perubahan-
Share:

Saturday, December 31, 2011

Hati ini

Dan seketika itu, hati ini mulai bergolak
Tak ada yang bisa kulakukan kecuali terdiam
Terdiam dengan ketakukan
Ketakutan akan kejatuhan yang kesekian kali

Tidak...
Bukankah aku yang menguasai hati ini
Maka sekali kali tidak akan kubiarkan
Tak akan kubiarkan hati ini menjadi pemimpin atas diri ini

Namun apa daya
Aku bukan pengendali hati
Pun bukan pengendali mata

Sayangnya
Aku bukan pembaca hati
Pun bukan pembaca mata

Maka ketika nanti
Ketika nanti suatu hari
Kau mampu melihat apa yang di hati dan di mata ini
Iznkanlah..
Izinkanlah aku untuk mengetahui apa yang ada pada dirimu



Share:

Sunday, December 11, 2011

Saturday, January 2, 2010

pengantar tidur dari sang penyair dari timur

Saya tak tau apa itu cinta,
tak juga dapat ku lukiskan,
bahkan ketika ku menggesekkan biola tak dapat pula aku nyanyikan. .

Ku bertanya pada langit,
dia bilang cinta itu indah bagai senja di ufuk timur. .

ku bertanya bumi,
dia bilang cinta itu harum seharum mekarnya mawar di taman savana..

Ku bertanya pada pagi,
cinta itu setia sebagaimana setianya mentari di kala fajar. .

ku bertanya pada malam,
dia bilang cinta itu terang bagai cahaya rembulan bintang di altar gelap. .

Cinta membuat duka menjadi suka,
membuat lemah menjadi perkasa,
membuat air mata menjadi tawa,

membuat gelisah menjadi tenang,
membuat amarah menjadi ramah,

membuat hatimu yang ingin terlelap memohon manja pada hatiku agar menaburkan syair ke taman cintamu, agar berkuncup mekar di mimpimu. .
Terlelaplah :-)
Share: