Wednesday, October 21, 2020

This Is Where I Leave You: A Review

 



When I first read the title and the back of this book, I knew this won't be a lovey-dovey romance book. Yet the point of view in the story intrigued me so much I decided to buy one.

The story revolved around Judd Foxman, who one day caught his wife sleeping with his own boss. He then decided to leave his wife along with the house and that left him homeless. The story started to get more intense when the news of his father's death came to him. His father's last wish was for everyone to stay together for a week as a family. And this is one of the things that I like in the story. The winding road to get acquainted with the family.

I have to admit that to me this book is more about Judd's family rather than his marriage. The way Judd was trying to communicate with his family during his dad's funeral is a story worth to read. Judd's relationship with his family is full of flaws. Yet it is the heart of the story. Each event in the story makes me reflect back on how my relationship with my sibling or other families for that matter goes. Judd here makes me feel like I have the best family of my own, sorry Judd.

I enjoyed reading this book because all the characters seem so real. Each of them has a different crisis that they are going through. The way they speak with such unfiltered language feels refreshing and real. Reading a book written from a man's point of view is as refreshing as the storyline itself. Makes me crave more.

Definitely will try to read another Tropper's story.


Share:

Saturday, January 6, 2018

How I Start My 2018

This year is definitely and literally a start for my whole life.

Tahun 2017 berakhir dengan berakhirnya sekolah profesi, means that sekarang statusnya bukan mahasiswa lagi. Statusnya udah officially pengangguran hahhaahha

Jadi pengangguran ternyata nggak bikin kita nganggur lho, justru otak bekerja keras buat nyusun strategi masa depan yang sebenernya telat sih karena baru bikin. Anyway, membuat keputusan tempat berkarir ternyata nggak gampang yaa. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ngga sekedar tempat berkarir sih, tapi juga bagaimana saya akan menentukan rencana jalan karir saya. Rencana lho ini, kenyataannya mah terserah Gusti paring gimana...

Selain status dan rencana baru, tahun baru selalu hadir bersama dengan resolusi dan goals yang muluk sekali diawal. Pun kali ini. Menghidupkan kembali blog ini lagi salah satunya. Browsing pinterest dengan keyword 'blog post ideas', 'writing challenge' dan sebagainya. Biar nggak kehabisan ide menulis, begitu rencananya.







Anyway, karena istiqomah itu memang susah, mari berdoa supaya angan-angan rajin ngeblog nggak cuma muluk diawal saja. :)

-Tiara


Share:

Thursday, December 22, 2016

Cilok Panangkringan



Ada satu tempat makan yang nggak boleh dilewatkan di Lembang. Namanya Cilok kuah Panangkringan. Jualannya apa? Cilok hahahahha

Lokasinya ada di selatan Alun-alun Lembang. Selatan agak jauh, sekitar 200 meter. Itupun kalau saya tidak salah mengira-ngira (atau mengira-ira?). Datanglah di sore atau malam hari, karena kalo siang tutup dianya hehehe.

Kalau sudah sampai, yang wajib dipesan adalah cilok kuah nya, boleh yang rasa apa aja karena semuanya enak, pake banget. Saya waktu itu pesan Cilok kuah + Ceker kuah bening dan cilok kuah asam pedas. Minumnya jangan lupa pesan yang anget-anget. Bandrek, Bajigur atau wedang jahe. Paduan yang pas untuk malam Lembang yang dingin. Apalagi ketika itu, gerimis manis turun.



Tempatnya juga seru buat ngobrol seru bareng temen-temen sambil liat lalu lalang kendaraan. Jangan tanya soal harga. Nggak akan bikin kantong jebol.

Kalau saya punya kesempatan ke Lembang lagi, cilok panangkringan yang nggak buka cabang dimanapun ini pasti akan saya datangi lagi!




Share:

Tuesday, August 16, 2016

Terus terang, terang terus




Matahari perlahan mulai menghilang disisi barat. Nyala lampu Kota Kalabahi mulai terlihat. Lampu rumah, lampu jalanan, kendaraan yang berlalu lalang hilir mudik. Ramai riuh rendah kehidupan malam hari kota dalam teluk ini mulai terlihat. Orang orang terlihat sibuk masing masing. Terlihat sangat hidup.

Tujuh puluh kilometer ke arah timur laut dari ramainya kota kalabahi, ada kehangatan kecil ditengah gelapnya malam hari Alor. Desa Pido yang berada tepat di tengah gunung di Pulau Alor membagikan dinginnya kepada semua yang berdiam didalamnya. Meski masih berada di pulau kecil yang sama dengan Kalabahi, nyatanya keadaan malam keduanya sungguh jauh berbeda.

Ketika ditempat lain orang orang sibuk komplain tentang listrik yang sering padam, masyarakat desa pido masih berkutat dengan ketiadaan listrik. Juga dengan keterbatasan lain sebagai imbas dari tidak adanya listrik yang mengalir di Desa Pido. Beruntung karena pemerintah memberikan lampu SEHEN (Super Extra Hemat Energi) yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya.

Keadaan sedikit berbeda di 2016 ini. Sejak awal Bulan Juli, Desa Pido kedatangan tiga orang yang bisa dibilang sangat penting bagi masyarakat. Mas-mas yang datang dari Bandung untuk mengerjakan proyek pembangunan PLTS disambut sukacita oleh masyarakat. Itu tandanya, seventar lagi bisa menikmati cahaya lampu semalaman. Bisa mendengarkan musik seharian. Bisa telpon sesuka hati tanpa harus memikirkan kehabisan baterai. Serta banyak kemewahan kemewahan lainnya.




Maka selama hampir dua bulan masyarakat bergotong royong membangun PLTS. Meratakan tanah yang miring, membangun rumah bagi PLTS. Memeasang tiang-tiang kabel. Memikul kabel ratusan meter. Semua dikerjakan dengan sukarela dengan sukacita. Tidak ada sarupun yang tertinggal untuk mengulurkan tangan membantu menyelesaikan proyek PLTS.


Kini, tinggal hitungan hari lagi Desa Pido akan menjadi lain. Malam akan menjafi terang. Kesunyian akan berganti menjadi suara riuh rendah kehidupan malam. Kehidupan akan semakin baik. Dan semua akan menjafi berbahagia. Lalu sampai setelah itu semua terwujud, semoga kehangatan, keramahan, dan conta kasih selalu meliputi Desa Pido dan penghuninya.


Share:

Monday, December 28, 2015

Pido, Kehangatan di Bukit Timur Laut




Jika ada di Alor, carilah Kecamatan Alor Timur Laut.
Dan kemudian berkunjunglah ke Pido.

Pido bukan tempat gemerlap penuh lampu
Bukan pula tempat ramai orang datang silih berganti
Juga bukan tempat ala perkotaan yang serba ada

Tapi kebukanannya itu yang membuat saya jatuh cinta

Masih ingat betul ketika saya pertama kali menginjakkan kaki ditempat ini,

Bahagia...

Hanya karena sambutan hangat dua perempuan muda,
juga mi rebus dengan sambal ketam dan tak lupa segelas kopi manis


Dinginnya menusuk tulang,
tidak heran karena memang keberadaannya yang ada di ketinggian.

Banyak yang bilang malas ke Pido karena jauh,
jalanan nya pun setengah mati.



Tapi saya bilang, bukankah puncak harus diawali dengan pendakian yang tidak mudah?






Salam hangat dari Pido,


Share:

Monday, January 19, 2015

Ngedit Foto

Lagi pengen cerita tentang sesuatu yang bikin kaget dan ternganga (apalaaaaah?).
Kejadiannya berawal dari waktu minta file foto waktu nggembel di Singapura sama Malaysia akhir Mei 2014. Yang bikin ketawa ketawa sendiri adalah salah satu foto yang diambil diacara nggembel waktu itu. ini fotonya...
date taken : 29-05-2014

Foto nya emang biasa sih. ngga bagus bagus amat. Tapi ada yang bikin spesial. Pas liat foto itu langsung aja inget sama sebuah file foto yang diedit kira kira tahun 2012. dua tahun lebih awal dari foto yang pertama. ini dia foto nya ...

date created : 24-08-2012

Dulu foto itu dibikin waktu lagi selo aja gitu, ngedit ngedit foto trus pake background tempat tempat yang pengen didatengin. Waktu itu potonya di crop pake Photoshop trus background nya diedit pake corel. Setelah jadi di print trus ditempelin di tembok kamar hahahahahaha 

Alay mungkin ya? Tapi kok jadinya saya nya malah tambah percaya kalo that's how things happened. Dari mimpi, dari keinginan. Trus kalo sekarang pengen ngedit foto dengan background Elizabeth Tower atau Tower Bridge, apakah saya bakal beneran foto dengan kedua bangunan itu yang jadi background? Only God knows hahahahah


Selamat Bermimpi 
~

Share:

Sunday, December 21, 2014

Ayam nya Korea

Salah satu hal positif dari menjadi bagian dari Korean wave adalah munculnya keinginan untuk menjajal makanan Korea. Seriusan deh, coba nanya temen sekitar yang doyan ngikutin -atau setidaknya pernah ngliat- korea korea an (entah drama, musik, reality show, fashion, teknologi, atau apa aja lah), pasti mereka pengen nyobain makanan Korea.

Konsekuensi positif dari banyaknya minat orang buat nyobain makanan korea adalah banyak muncul restoran restoran korea. Konsekuensi negatifnya adalah dompet jebol ciiiin karena menu makanan korea mahaaaal. Sekali dua kali boleh laaaah, tapi tapi tapi tapi menu makanan korea kan segudaaaaang. Bakalan butuh lebih dari sekali dua kali buat bisa nyobain makanan -yang kalo liat di drama sama reality show sumpah keliatan enak banget- itu. Keterpepetan ini lah yang membuat ide 'kenapa ngga bikin sendiri' muncul.

Gayung pun bersambut... ada temen yang temennya bisa dititipin buat beli gochujang. Langsung deeeh nitip satu. Kan gochujang itu kayak magic seasoning for every korean dish yak, jadi waktu pesen itu berasa pengen masak semua makanan Korea aja gitu hahahahah

Tapiiiii.... pas doi nya udah nyampe ditangaaaaan, eeeeeeeeh nganggur aja gitu dia dikulkas berminggu minggu. Sampai suatu hari, pas ngecek channel yutub yang aku ikutin ada yang namanya maangchi.com disitu banyak banget easy made korean dish yang di upload sama maangchi baik di website maupun di youtube. Liatin deh satu satu, seru hahahah bikin lupa kalo skripsi belum kelar (toyor kepala sendiri)

Dari sekian banyak menu, pilihan pun jatuh ke Dakgangjeong. Nih resep aslinya :

  • 3½ pounds chicken wings (about 1.6 kg), washed and drained
  • ½ teaspoon salt
  • ½ teaspoon ground black pepper
  • 1 teaspoon minced ginger
  • 2/3 cup potato starch or corn starch
  • 1/3 cup peanuts (optional)
  • 4 cloves garlic, minced
  • 3 to 4 large dried red chili peppers, seeded, cut crosswise into ⅓ inch pieces (optional)
  • ¼ cup soy sauce
  • ½ cup rice syrup or corn syrup
  • 1 tablespoon white vinegar
  • 1 tablespoon mustard (optional)
  • 1 tablespoon brown sugar
  • 1 tablespoon sesame seeds
  • Grapeseed oil (or vegetable oil, peanut oil)


Dicoret semua soalnya pake resep ini cuma buat ayam gorenganya doang hahahah. Sausnya pake resep Yangnyeom-tongdak nih

  • 3 pounds (about1.5 kg) of chicken chunks
  • salt
  • ground black pepper
  • potato starch powder
  • flour
  • sweet rice flour
  • egg
  • baking soda
  • canola oil (or vegetable oil) ganti pake olive oil
  • garlic
  • ketchup
  • hot pepper paste
  • rice syrup ganti pake gula pasir
  • apple vinegar

Baca aja directions nya di link atau liat video. Ikutin plus tambahin feeling dan kata hati hahahah
Daaaaan dengan bangga dan penuh rasa syukur ini dia mmmmm ayam goreng ala koreaaaaaa....




Meskipun gambarnya jelek, rasanyaaaa beeeuuuuh. mantaaaap!! krenyes krenyesssss hahahahahah


Selamat ngiler :p 
~~~
Share:

Friday, December 12, 2014

Tentang PD dan GR

Suka lucu ya,
Kadang kita ngerasa percaya diri berlebihan dan berpikir kalo kita kenal seseorang luar dalam
Padahal ternyata kita  ngga ngerti bahkan hal simpel tentang nya

Tapi..
Kadang kita juga ngerasa terlalu ge er dan ngerasa kalo banyak orang yang memahami kita
Padahal ternyata ngga ada tuh yang perduli sama kita

Lucu kan?
Makanya mending ngga usah over pede dan jangan ke ge-er an.
Ih tapi susah lho

Ngga over pede sih mungkin bisa
Tapi untuk nggak gampang ge er itu lho susah nyaaaaaaa


~ ~ ~
Share:

Friday, April 11, 2014

Color Fun Run: Berlari mengejar matahari

Running is not my cup of tea.
I remember how i hate it very much when i was in junior high school.
We were forced to run surround the stadium in front of our school 6 TIMES!
And as I was -I am lol- very bad at running as well as controlling my breath, there was nothing i can do except kept running slowly behind everybody. That's how and why  I hate running.

Tapi...
Suatu sore...
seorang teman mengirimkan gambar ini
and just like that I said 'count me in'



Semua berjalan biasa aja sampa pas udah di venue nya melihat sekitar and I just stood up there, amazed. Gilak! This is not just about running, it's more about lifestyle-i would say. Ngga ada ibu-ibu ato bapak-bapak yang biasa ikutan jalan sehat disana. Ngga ada! Ini beneran acaranya anak muda meeeen. Serius. Smartphones, tongsis, selfie are all over the place.

Larinya sih sebenernya biasa aja. Rutenya pun juga biasa. Ynag bikin ngga biasa adalah color powder nya. Bubuk warna warni yang bakal di semprotin ke badan kita di titik titik tertentu sepanjang perjalanan (yang sebernenya cuma dua titik hahhahah di tengah perjalanan dan sebelum masuk garis finish). I swear to you that the powder was soooooo smeellyyyyy i would throw up. But aside from the bad smell, i can feel it... the joy when the color suddenly all over our face, shirts, body. Freeeeeedooooom. You feel young, feel dirty, feel like your life is colorful.

Daaaan highlight nya adalaaaah. ketika lihat DJ memainkan musiiiik disko dimulaaaaai....
Dont you worry child, I love it, dan Happy. Nih tiga lagu beneran bikin semua lompat lompat, nyanyi,dan perang warna (setiap peserta dikasih sebungkus color powder buat lempar-lemparan).
Dan disitu beneran ngerasain sebuah kesenangan, like I finally escaping from something difficult in my life. I felt so light I would fly away...

"I dont care, I love it. I dont care, I love it"

Liriknya Icona pop ini beneran jadi quote of that day banget.




Turns out that now, well not that much- just a tiny bit, I like running. I am saying that i like running doesnt mean that i want to do it all the time. I just love it, when I can feel the sweat running down my face. It's like, omg I'm alive!

So, I possibly maybe, will start running once a week or so hahahahaha


Salam Lari,
Tiararira


PS : this video pretty sums up how crazy people were :D

Share:

Tuesday, April 8, 2014

Tentang Sushi




This is just another eating out with the TEFL practicum family LOL

Siapa kira sih, dengan duit 5000 perak udah bisa nyicipin yang namanya sushi?
Tempatnya pun ngga usah ditanya lagi, sumpah keren banget. Nyaman, dekorasinya oke. Pokoke mantep banget.

Pilihan makanannya juga buanyak. mau nyobain apa aja ada hahahaha
Tapi untuk kunjungan pertama ini, mari nyoba yang jadi signature dish dulu lol
Ini dia yang kita makan






Dengan buanyaknya varian menu yang belum dicoba, plus tempat yang super nyaman, pastilah bakal balik lagi :D


Salam sushi,
Tiararira
Share:

Saturday, March 22, 2014

Old buildings and Mosque

Durhaka sekali rasanya sudah tidak menjamah blog ini berbulan bulan.
Tapi karena dapet setumpuk postcard yang bikin happy, akhirnya jadi pengen pamer :p

Anyway, ini dia postcard yang berhasil masuk kotak harta karun di rumah :)




Here it is. The picture of Suyumbike Tower. One of the ancient building in the city of Kazan. Kazan ini adalah ibukota dari the republic of Tatarstan, Russian Federation. Coba googling deh, tempatnya indah bangeeeeeet. Thanks to Elena for this old building pict, love it so much.



Pertama liat gambar ini langsung kepikiran masjid. Is it? Ternyata iya, Masjid Merkez namanya ada di kota Duisburg di jerman. Amazing. Mungkin Maria ngirim ini karena photo profile yang aku pasang emang pake jilbab. Who knows anyway :)



Well, the writing tells everything :) Thankyou Donna



Nah. kadang sebel juga sih kalo dapet yang nulisnya beginian. well, since it come from Finland, diampuni deh..




Sukaaaa banget sama postage nyaa. Lucuuuuu
Sapateiro means Shoemaker in Portuguese
Costureira means seamstress also in Portuguese
esta feliz!! :)



The last but not the least. Teman swap yang sangat loyal haha. She sent me twice. Dan sampe sekarang belum kirim dia balasan hahahaha Maafkan ya Elenaaa 



That's it for now.
Have to work hard for the thesis.

Selamat ngerjakan skripsi!
Tiararira
Share:

Friday, January 17, 2014

Nasi telah menjadi bubur

Bukan. ini bukan cerita sedih di hari minggu tentang penyesalan tiada akhir kok. Ini tentang cerita terbentuknya sepanci bubur lezat dari segelas beras bercampur 12 gelas air.

Entah kenapa tiba tiba pengen bikin bubur. Enggak lagi sakit dan nggak lagi bikinin orang sakit. It's just because i want to.

Awalnya semangat banget nyiapin:
 1. secangkir beras cuci bersih
 2. 10 cangkir air
 3. dua lembar daun salam
 4. setengah bungkus kaldu instan, sebut saja Royco

Itu semua di masak di atas api sedang sampe bosen. Beneran sampe bosen. Karena bikin bubur ternyata lama banget. Untuk secangkir beras aja butuh waktu hampir 90 menit.

Berarti kalo sampe ada orang bilang nasi telah menjadi bubur itu, dia telatnya kelewatan banget nget nget. Terlambat menyelesaikan masalah, terlambat memaafkan, terlambat mengambil kesempatan, semua terlambatnya udah kelewat lama. Makanya udah ngga bisa di ulang jadi nasi lagi. Kelamaan! Basi!

Anyway, ini dia jadinya setelah bermenit-menit ngaduk si nasi.


Bubur original


Bubur kuah gulai kambing :3
Selamat masak!!



Salam bubur,
Tiararira

Share:

Monday, January 13, 2014

Tentang Instan dan Puding

Di jaman yang serba digital ini, banyak orang yang mendambakan keinstanan. Semua serba cepet, minim energi, minim usaha, tapi hasil maksimal.

Padahal Tuhan yang Maha Hebat itu aja bikin bumi langit dan seisinya dengan proses. Bukan karena Dia nggak hebat. Tapi Dia mau ngajarin kita kalau berproses itu penting dan semua emang membutuhkan proses, usaha, perjuangan, dan lain lain.

Contoh aja mi instan. Kita tahu sendiri, mi instan yang katanya instan aja butuh direbus. Dan merebus itu butuh waktu. Proses itu membutuhkan waktu. Tapi inget juga, mi yang proses ngrebus nya kelamaan jadi nggak enak.

Tapi emang sih, sekarang ini manusia udah dimudahkan hidupnya dengan banyak hal yang serba instan. Salah satu contohnya adalah soal makanan. Salah satu contohnya lagi adalah masalah puding. Sekarang makan puding coklat ber-vla enak ala restoran cepat saji ngga melulu harus ke tempat makan sebut saja KFC. Bikin sendiri juga bisa. Bahkan banyak kelebihannya.
1. Posrsi lebih besar
2. Porsi lebih banyak
3. Makan lebih puas
4. Makan lebih kenyang
5. ............................(ada yang mau nambahin?)

Dengan segitu banyak keuntungan, yang kalian butuhkan cuma:



Ditambah gulan sama air dan ikutin aja petunjuknya. Plis jangan tanya belinya dimana -__-
Dengan sedikit waktu memasak dan juga waktu nunggu doi dingin, kalian bisa menikmati puding lezat ini sepuas hati.




Serius ini enak banget. Selamat masak!




Salam instan dan salam puding,
Tiararira




Share:

Tuesday, January 7, 2014

Tentang ICSEI 2014

Jadi bagian dari konferensi Internasional emang sesuatu banget. Ada banyak hal baru yang bisa kita lihat, dengar, pelajari untuk diri kita sendiri ataupun untuk orang lain disekitar kita juga.

ICSEI Conference 2014. International Congress for School Effectiveness and Improvement.

Awal liat iklan acara ini di web kampus sempet kepikiran pengen ikut. Setelah liat htm (?) yang ternyata amat ngga affordable banget ya nggak jadi. Tapi.. setelah lima hari ada di acara ini dengan role yang berbeda, jadinya malah ngerasa malu sendiri karena udah lancang pengen jadi peserta acara ini. Hampir semua yang datang adalah para doktor dan professor yang hidup mereka emang udah didedikasikan untuk melakukan research di bidang pendidikan.

Ada banyak catatan penting, kejadian seru, dan lain-lain yang terjadi selama 5 hari konferensi acara ini. Yang jelas, semuanya bikin diri ini lebih open minded, memahami sedikit culture negara lain, dan juga bagaimana orang lain memandang Negara Indonesia tercinta ini.


Name:
27th International Congress for School Effectiveness and Improvement 2014

Theme:
Redefining Education, Learning, and Teaching in the 21st. Century: The Past, Present and Future of Sustainable School Effectiveness

Date:
2-7 January 2013

Venue (main):
Royal Ambarrukmo Hotel







Salam Congress,

Tiararira

Share:

Friday, December 27, 2013

my first, second, third, and fourth postcards

Setelah menunggu ber abad abad, akhirnya postcard impian yang dinanti datang juga kerumah. Awalnya sempat berfikir jangan jangan alamat rumah ini memang tidak dikenal oleh para bapak-bapak pos. Pernah juga sudah akan membuat PO BOX di kantor pos pusat, tapi karena ketidakcocokan harga akhirnya diurungkan pula niat itu.

Kesabaran itu akhirnya berbuah sesuatu (haha)
Tadaaaaa....
This is it!
4 postcards yang sampai ke rumah



Ini adalah postcard official. Dari seorang lelaki di China sana. Pertama dan Laki-laki hahahaha. SO happy to have this. Sunset nya cantik banget. apalagi ada kapal kapal nelayan. Beautiful!


Nah. yang kedua ini makasih banget deh. Mungkin karena nulis I love cooking makanya dikasi postcard kaya gini. It's from Belarus. Kayaknya enak ya. Ada telurnya di tengah hihihi


Kalo yang ini hasil direct swap. She sent me a message telling she had a recipe postcard. Sekali lagi karena tulisan I love cooking :D
Mungkin kalo di Jogja ini adalah gudeg, atau rendang padang yang masaknya butuh berjam jam hahaha



Ini barangkali yang paling special. Dari adik di rumah singgah Laskar Pendidikan di Jakarta. Mereka sedang belajar menulis kartu pos. Dengan menawarkan diri untuk dikirimi, I got this postcard. Soooo valuable.
Laskar Pendidikan ini seperti gerakan sosial yang berdiri Agustus 2013 lalu. Ini website nya kalau ingin tahu lebih banyak.

Sudah ada empat kan ya, sedang menanti yang kelima, keenam, dan seterusnya :*  
Share: