Can you even imagine what it is like to remember about everything?

Hari Pertama Penuh Warna. Klise!

No comments
Ini adalah sebuah kisah
Kisah mengajar pertama saya

Buruk? Mungkin
dibeberapa bagian

Baik? Tentu saja
dibeberapa bagian

Lesson Plan setebal 4 halaman sudah saya persiapkan
Dengan berbagai macam activity hasil referensi selama saya micro teaching di kampus
Tentu saja dengan banyak improvisasi sambil membayangkan anak murid yang akan saya hadapi

Maklum, sekolah yang saya diami ini memang bukan sekolah sembarangan
Favorit katanya...

Perangkat yang saya butuhkan untuk media pun sudah saya persiapkan dengan baik
Sambil berharap dan membayangkan aktifnya kelas nanti ketika aktifitas itu dilaksanakan

Saat waktu pengeksekusian semakin dekat, saya semakin sulit mengontrol degup jantung
Berbagai kalimat penenang hati saya ucapkan berkali-kali

Perlahan kaki mulai melangkah ke dalam ruangan besar segi empat berisi meja dan kursi
Pandangan mulai saya edarkan keseluruh penjuru kelas

kalimat kalimat perkenalan mulai saya ucapakan
Murid murid berseru riang
Bukan karena kehadiran saya, tapi karena ketidakhadiran guru yang biasa mengajar
Saya tertawa, hambar...

Panjang sebenarnya cerita yang satu ini
Hanya saja jari jari seperti malas tak mau diketuk ketukkan di atas keyboard
Entahlah, mereka mulai sulit diatur

Singkatnya, siang itu banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapat
Singkatnya pula, saya lalu menyadari bahwa otak saya harus bekerya lebih keras
Bahwa "Teaching is an art"

Ah, dan lalu saya tiba-tiba ingat
Sebuah kata-kata hebat dari seorang Donny Dhirgantoro
Begini tulisnya di 5cm

"Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa
” 

Kalau sudah begini, saya jadi ingat Semeru. Dan dapat oleh-oleh begini dari teman teman yang mendaki 17 Agustus lalu...



Semoga Tuhan berbaik hati memberi kesempatan meninggalkan jejak sudut di tempat tempat itu
Mari berdoa, untuk mimpi mimpi yang tengah menggantung 5cm di depan dahi kita :)

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)