Can you even imagine what it is like to remember about everything?

Kenapa Ujian Nasional

No comments

Diskusi kami pagi itu dimulai dengan sebuah pertanyaan. Begini kira kira...

Apakah menurut kalian Ujian Nasional itu perlu?

Seorang teman mengacungkan jari dan dengan mantap mengatakan setuju dengan alasan yang saya lupa persisnya. Karena penting untuk mengukur pencapaian kegiatan pembelajaran, begitu kira-kira.

Keseruan muncul ketika teman yang lain mengangkat tangan dan mulai mengungkapkan pandangannya.
Ujian nasional itu perlu. Namun untuk sepatutnya tidak dijadikan sebagai alasan kelulusan. karena kemampuan anak berbeda. One may be good at music, other may not etc. Dan bahwa yang tau benar proses pembelajaran yang terjadi adalah para guru yang terlibat langsung saat proses pembelajaran terjadi.

Saya sangat setuju tentang poin bahwa setiap anak mempunyai kemampuan berbeda. Dan saya pikir harus ada sebuah cara di dunia pendidikan kita ini yang mampu mengakomodir itu. Sayang sekali saya belum punya solusi untuk itu.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah. Benarkah guru memahami betul bagaimana perkembangan proses belajar muridnya? Sudahkah guru berperilaku objektif ketika menilai muridnya? Sudahkah guru berperilaku jujur, profesional dengan pekerjaannya?

Saya juga calon guru, dan ini menyadarkan saya akan banyak hal.

Dosen saya bercerita kecil soal ini. Tentang dosen saya yang lain. Ketika di sebuah seminar ada seorang guru di Sumatera berkeluh kesah dan mengatakan bahwa dirinya tak mendukung adanya UN. karena anak muridnya merasa kesulitan. Dosen saya kemudian bertanya, berapa nilai rata-rata UN di sekolah anda? Guru menjawab 7,25. Komentar dosen saya ketika itu,  bukankah itu angka yang bagus untuk ukuran rata-rata? Bagaimana mungkin Anda mengatakan bahwa Anak anda merasa kesulitan sedangkan fakta membuktikan bahwa nilainya bagus.

Saya menarik dua kesimpulan dari pernyataan tersebut. pertama, si guru merendahkan kemampuan anak muridnya. kedua, si guru kerepotan saat harus mendongkrak nilai UN agar anak anak mereka lulus.

Faktanya adalah pemerintah pusat menentukan nilai batas kelulusan berdasarkan hasil UN sebelumya. Maka implikasinya adalah, jika kita menaikkan (tidak jujur) nilai UN krn agar dipandang bagus, akan semakin menyulitkan kita karena itu berarti standar akan terus naik padahal kemampuan anak kita "baik" karena dibaik-baikin.

Banyak yang mengatakan bahwa UN ini membuat anak stres. Anak jadi tertekan. Anak tidak memiliki waktu bermain. UN tidak adil karena standar nilai sekolah di Jawa dan diluar Jawa sama. Padahal infrastuktur nya sangat berbeda.

Ya, saya setuju bahwa infrastruktur adalah bagian penting.

Lagi-lagi saya mempunyai pemikiran baru tentang ini. dan lagi-lagi pesan ini datang dari dosen saya. Disaat seperti ini, posisikan diri kita sebagai orang tua. Orang tua yang baik tentunya. Bukankah kita akan lebih bahagia ketika anak kita disamakan dengan orang yang pintar (dengan kesadaran bahwa kita bisa membantu mereka untuk benar-benar sama dengan anak pintar) ketimbang anak kita dibedakan karena dianggap bodoh?

Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan. Bukankah banyak orang mengatakan demikian? Ini jamannya kerja keras. Jamannya berakit rakit, supaya bisa berenang ketepian. Bukan jamannya lagi memanjakan anak. Khawatir kalau anak berpikir terlalu keras dan sebagainya.

Justru disini point pentingnya. Seharusnya UN bisa menjadikan orang tua dan guru menjadi kompak. Kompak dalam menjadikan atmosfer belajar menjadi menyenangkan. Kompak dalam memberi semangat. Kompak dalam memberi motivasi. Motivasi bahwa ujian adalah hal biasa. Bahwa hidup akan selalu dipenuhi dengan ujian. Dan bahwa nanti, usai masa sekolah, akan ada banyak hal menantang yang membutuhkan kerja keras untuk bisa menyelesaikannya.

Ujian Nasional penting untuk mengetahui bagaimana pencapaian pendidikan kita saat ini. Apakah pembelajarannya berhasil? Apakah ada yang perlu diperbaiki. Dan inilah pertanyaan saya. Lalu apa setelah Ujian Nasional? Evaluasi seperti apa yang dilakukan? Serta perbaikan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Ini yang tidak saya tahu, dan banyak orang tidak tahu. Dan saya pikir penting bagi pemerintah untuk memberi tahu.

Ketidaksukaan karena ketidaktahuan seringkali membuat banyak orang lupa untuk bisa melihat dari sisi lain. 

Begitulah. Ketimbang kita selalu mencari-cari keburukan yang malah tidak akan menyelesaikan apapun, kenapa kita tidak mencari kebaikan yang bisa kita jadikan motivasi atau alat untuk senantiasa memperpaiki apa-apa yang masih bisa diperbaiki.

Sembari berdoa supaya pendidikan biarlah dibicarakan dalam rangka mendidik. Dibicarakan dengan keadaan sadar, bahwa inilah yang akan menjadi tonggak kebangkitan bangsa kita. Bukan dengan dicampur adukkan dengan kepentingan politis perebutan citra positif.

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)