Tentang Tiara

Can you even imagine what it is like to remember about everything?

my first, second, third, and fourth postcards

No comments
Setelah menunggu ber abad abad, akhirnya postcard impian yang dinanti datang juga kerumah. Awalnya sempat berfikir jangan jangan alamat rumah ini memang tidak dikenal oleh para bapak-bapak pos. Pernah juga sudah akan membuat PO BOX di kantor pos pusat, tapi karena ketidakcocokan harga akhirnya diurungkan pula niat itu.

Kesabaran itu akhirnya berbuah sesuatu (haha)
Tadaaaaa....
This is it!
4 postcards yang sampai ke rumah



Ini adalah postcard official. Dari seorang lelaki di China sana. Pertama dan Laki-laki hahahaha. SO happy to have this. Sunset nya cantik banget. apalagi ada kapal kapal nelayan. Beautiful!


Nah. yang kedua ini makasih banget deh. Mungkin karena nulis I love cooking makanya dikasi postcard kaya gini. It's from Belarus. Kayaknya enak ya. Ada telurnya di tengah hihihi


Kalo yang ini hasil direct swap. She sent me a message telling she had a recipe postcard. Sekali lagi karena tulisan I love cooking :D
Mungkin kalo di Jogja ini adalah gudeg, atau rendang padang yang masaknya butuh berjam jam hahaha



Ini barangkali yang paling special. Dari adik di rumah singgah Laskar Pendidikan di Jakarta. Mereka sedang belajar menulis kartu pos. Dengan menawarkan diri untuk dikirimi, I got this postcard. Soooo valuable.
Laskar Pendidikan ini seperti gerakan sosial yang berdiri Agustus 2013 lalu. Ini website nya kalau ingin tahu lebih banyak.

Sudah ada empat kan ya, sedang menanti yang kelima, keenam, dan seterusnya :*  

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Gado-Gado ala kadarnya :p

No comments
This is a very late post actually

Last weekend, I made Gado-gado. let say, it was the simplest gado-gado on earth :p
Bumbunya adalah bumbu kacang instan yang bisa didapet di pasar mana aja, jangan cari di pasar hewan juga sih tapi.

Bumbu pecel tadi tinggal di seduh (?) pake air sampe titik kecairan tertentu (hahaha)...

Bahan gado-gado nya ini ni

tomat, selada, kacang panjang, wortel, timun, kecambah, seledri. semuanya takarannya secukupnya :D

kol

Ada lagi kentang sama telur rebus..

Kentang wortel kacang panjang, sama kecambah dikukus sampai matang. sayuran lainnya dicuci dan dipotong sesuai selera :D

Dicampur jadi satu di piring trus di siram bumbu kacang tadi..

hasilnya? ini dia...

Gado-gado

Happy cooking :)

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Hebat

No comments



Kalian mau dengar?
Perjalanan hebat setahun lalu

Yang ada di otak ketika itu memang hanya satu
Menapakan kaki diatas sana
Tempat yang biasa disebut puncak

Lalu perjalanan besar kaya makna itu pun hadir
Menemani dan mengawal kaki ini untuk bergerak

Ini memang sekolah luar biasa

Kalian pernah?
Merasakan luar biasanya perjalanan itu?
Beruntung sekali untuk kalian yang pernah,
Meski hanya sekali atau dua kali

Maka disanalah
Berdiri tegak
Tak ada lelah
Tak ada peluh

Hanya syukur
Hanya kekaguman

Ini perjalanan hebat
Cerita untuk anak cucu
Bahwa puncak itu untuk semua
Semua yang berusaha
Semua yang berdoa
dan
Semua yang mensyukuri semua

Lawu, 3265 mdpl
17 November 2012



***
Dengan sekala kerendahan hati, semoga Tuhan berkenan,
mengijinkan tubuh ini untuk meninggalkan jejak jejak sujud di puncak lain :')

**
Such a very late post eh




No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Truth

No comments
                                            *picture taken from google

so what's the point of me?
of you?
of us?
of them?
of everything i owned?

why lying and pretending
that everything is fine
when every single pieces is turned in to a mess?

what so good with having lots of busy time
when nothing runs smoothly?

why bother others difficulties
when you cannot even define the problem you have?

funny, isn't it



No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Ada

No comments
ada ribuan dari jutaan makna yang tak kita pahami
ada ribuan dari jutaan dusta yang kita ketahui
ada ribuan dari jutaan kebaikan yang tak kita sadari

lalu, ada pengganggu ketika bisik hati mulai terdengar,
bagaimana mereka memandang kita bukan lagi tentang bagaimana kita memandang mereka
bagaimana mereka melihat kita bukan lagi tentang bagaimana kita melihat mereka
bagaimana mereka memperlakukan kita bukan lagi bagaimana kita memperlakukan mereka

maka ketika masa itu datang
ada dingin menyusup ke lorong bawah kulit
menyeruak mencari kehangatan
Tuhan...

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Hari Pertama Penuh Warna. Klise!

No comments
Ini adalah sebuah kisah
Kisah mengajar pertama saya

Buruk? Mungkin
dibeberapa bagian

Baik? Tentu saja
dibeberapa bagian

Lesson Plan setebal 4 halaman sudah saya persiapkan
Dengan berbagai macam activity hasil referensi selama saya micro teaching di kampus
Tentu saja dengan banyak improvisasi sambil membayangkan anak murid yang akan saya hadapi

Maklum, sekolah yang saya diami ini memang bukan sekolah sembarangan
Favorit katanya...

Perangkat yang saya butuhkan untuk media pun sudah saya persiapkan dengan baik
Sambil berharap dan membayangkan aktifnya kelas nanti ketika aktifitas itu dilaksanakan

Saat waktu pengeksekusian semakin dekat, saya semakin sulit mengontrol degup jantung
Berbagai kalimat penenang hati saya ucapkan berkali-kali

Perlahan kaki mulai melangkah ke dalam ruangan besar segi empat berisi meja dan kursi
Pandangan mulai saya edarkan keseluruh penjuru kelas

kalimat kalimat perkenalan mulai saya ucapakan
Murid murid berseru riang
Bukan karena kehadiran saya, tapi karena ketidakhadiran guru yang biasa mengajar
Saya tertawa, hambar...

Panjang sebenarnya cerita yang satu ini
Hanya saja jari jari seperti malas tak mau diketuk ketukkan di atas keyboard
Entahlah, mereka mulai sulit diatur

Singkatnya, siang itu banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapat
Singkatnya pula, saya lalu menyadari bahwa otak saya harus bekerya lebih keras
Bahwa "Teaching is an art"

Ah, dan lalu saya tiba-tiba ingat
Sebuah kata-kata hebat dari seorang Donny Dhirgantoro
Begini tulisnya di 5cm

"Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa
” 

Kalau sudah begini, saya jadi ingat Semeru. Dan dapat oleh-oleh begini dari teman teman yang mendaki 17 Agustus lalu...



Semoga Tuhan berbaik hati memberi kesempatan meninggalkan jejak sudut di tempat tempat itu
Mari berdoa, untuk mimpi mimpi yang tengah menggantung 5cm di depan dahi kita :)

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Berat

No comments
Ada masa ketika kau sudah merencanakan semua
Mempersiapkan bekal seluruhnya
Menentukan kemana arah

Tapi dengan mudahnya kaki kau tak kuasa melangkah
Berat sungguh rasanya

Tak ada juluran tali berbatu yang tersangkut
Tak ada perekat kuat yang menempel

Tak ada apapun
Hanya berat....


No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Hari Demo BBM

1 comment

*gambar diambil dari google*

Hari kemarin tidak seperti biasanya..

Gang keluar dari kampus guru macet. Jalan sang pelukis, yang nampaknya orang sulit menyebut namanya, itu macet. Dan yang lebih tidak biasa, jalan tikus alternatif yang biasanya lengang itu pun ikutan macet.
Apakah komo sekarang sudah eksis lagi? Menggantikan Elang dan Rajawali yang beterbangan di layar kaca?

Rupanya tidak..

Setelah menjamah macet lebih dari 2700 detik akhirnya saya temukan biang kerok kemacetan.
Kawan-kawan seprofesi saya. Yang saya pun ragu untuk kepantasan menyebut mereka kawan. Bukan karena saya tak mengenal mereka. Tapi, ah lihatlah kelakuan mereka.

Mereka ini menutup jalan utama di kota nyaman yang mulai ikutan padat ini. Demo bahan bakar yang katanya mau naik. Mau menyuarakan suara rakyat katanya. Tidaklah mereka berpikir berapa ribu rakyat yang mereka sengsarakan karena macet. 

Rakyat yang harus segera pulang kerumah memasak untuk keluarga.
Rakyat yang harus segera mengantar keluarga yang sakit. 
Rakyat yang harus menyampaikan pesanan dari pemesan.
Rakyat yang harus mengejar kereta agar bisa mencari sesuap nasi untuk keluarga
dan rakyat lain yang harus segera pulang menyelesaikan tugas seperti saya...

Dan ah, sebagai kawan seprofesi saya sungguh malu, tadi pagi headline koran memuat mereka. Anarkis katanya. Merusak mobil yang lewat. Di lain daerah malah sampai merusak infrastruktur bangunan.

Saya pikir wajar keinginan demo dan berorasi itu muncul. Wajar ketika mahasiswa mempertanyakan kenaikan BBM sebagai sebuah solusi dari membengkaknya anggaran negara.
Namun menjadi tidak wajar ketika niat mulia itu justru mereka hancurkan sendiri.

Saya memang tidak pernah demo. Buat apa? supaya didengar? Lantas apa yang akan terjadi kalau orasi kita hanya didengar saja? Begitukan biasanya? Masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Tapi saya juga bukannya tidak sepakat dengan demo. Belenggu negara ini terbebas karena demo dari mahasiswa. Ingat kan Mei 1998?

Meski begitu
Saya lebih memilih berdiskusi. Memutar otak menemukan ide bisnis. Merencanakannya. Agar nanti akan ada 3 atau 5 bahkan 10 orang yang nasib makannya tak kan lagi tergantung pada harga BBM. 

Saya memilih berdiskusi dengan teman. Bertukar informasi tentang negeri ini. Terlalu banyak hal yang belum saya pahami. Terlalu sedikit kebaikan yang saya ketahui.

Atau membaca buku. Agar saya bisa menjadi pendidik yang profesional. Yang memiliki pemahaman baik tentang keilmuan dan anak murid saya. Hingga nantinya bisa membantu 10 atau 30 bahkan 100 anak untuk bisa bermimpi, membangun masa depan yang lebih baik untuk mereka.

Tapi saya tetap yakin, setiap orang memiliki cara sendiri untuk mencintai Negeri ini. Dan saya juga yakin, cara apapun itu tentu saja memiliki aturan yang orang pilihan seperti mahasiswa bisa pahami.

Bukankah demikian? Berprofesi sebagai mahasiswa itu sungguh istimewa. Pak Hatta Rajasa bilang hanya 8% rakyat Indonesia usia mahasiswa yang benar-benar menjadi mahasiswa.

Spesial bukan?
Maka saya tidak ingin menodai kespesialan itu.


Hidup mahasiswa Indonesia!!!!


1 comment :

Post a Comment

leave me some words :)

Cinta bukan tentang usia :)

1 comment
Si Mbah saya kecelakaan. Tertabrak motor.

Pagi itu masih pukul 05.00. Pagi buta. Si Mbah mau ke pasar belanja buat jualan di warung rumah.
Iya, Si Mbah saya punya warung kecil dirumah. Pedagang. Entrepreneur.

Nah kan! Saya punya darah entrepreneur. Jadi possibly, maybe, saya punya bakat enterepreneur.

Si Mbah saya itu tadi retak dan patah di tiga tempat di tangan kanannya. Dan juga sobek dalam di paha kanan sehingga dijahit. Bukan pakai mesin jahit tentunya. Ini Si Mbah saya, bukan baju.

Ditambah lagi ada retak dan luka besar di jari-jari tangan kanan yang menjadikan kassa yang membalutnya basah. Darah. Merah.

Sementara Si Mbah putri berbaring sambil sesekali mengeluh kesakitan, Si Mbah kakung berada dirumah. Entah melakukan apa, menunggu rumah. Barangkali ada tamu yang datang. Siapa yang tau kan?

Pulangnya, mampir ke Si Mbah kakung. Memastikan makannya terlaksana, menyampaikan kabar.

Tetiba mata ini memerah. Memperhatikan raut wajah Si Mbah ketika mendengarkan cerita tentang kondisi SI Mbah putri.

Raut nya tetap teduh, meski ada kekhawatiran disana.
Senyumnya tetap menyenangkan, meski ada kesedihan disana.
Suaranya tetap tenang, meski ada getaran sendu disana.

Kalimatnya tetap sederhana, meski ada ronta ingin berjumpa sebenarnya.

Begitulah, ketika belahan jiwa kau yang sudah hidup seatap dengan kau tak kurang dari 60 tahun,
sakit dan harus terpisah dari kau.

Mereka bilang tak apa, sudah tua ini. Ah, siapa yang tahu cintanya Si Mbah. Meski sudah bungkuk, sudah keriput, sudah ompong. Cinta tetap cinta.

Cinta bukan masalah usia, ini masalah menjaga. Menjaga cinta.

Saya iri sekali ketika itu. Ingin sekali punya kasih cinta sayang apalah itu, yang tulus. Yang tak mengenal usia.rupa.pesona.

Begitulah, cinta memang bukan tentang usia :)

1 comment :

Post a Comment

leave me some words :)

Usaha dengan usaha

No comments
Luar biasa sekali seminar kemarin ini..

Sudah gratis, dapat makan minum, sertifikat. Tempatnya pun tak main main.
Grha Sabha apalah itu, milik kampus sebelah. Megah.

Saya datang dengan niat yang tulus. Ingin mendapat pencerahan tentang kewirausahaan.
Dan ini sungguhan. Karena memang begitulah tema seminarnya.

Opening berlangsung wah. Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang entah sudah berapa lama tak saya nyanyikan. Merinding hingga ke leher. Menyanyi Satu Nusa Satu Bangsa. Ah, apa pula judul yang benar, liriknya saja sering tertukar. Malu.

Sambutan dari Menteri Koperasi dan UKM pun mewah. Tentu saja bukan Pak Menteri yang datang. Diwakili oleh wakilnya. Siapa entah. Sayang, hanya satu kalimat tanpa makna utuh yang terngiang di kuping saya. Begini >> Kejar dengan gigih, kayak pacar. Apa yang harus dikejar dengan gigih? Apa yang kayak pacar? Pacar siapakah? Entah.

Sayang sekali, sungguh, kewahan itu harus dinodai dengan moderator yang... ah sudahlah. Sungguh moderator yang... ah sudahlah. Ditambah noda dari motivator yang juga... ah sudahlah. Mana ada motivator kok...ah sudahlah. Memang hari itu penuh keanehan yang membuat mulut ini berucap ah sudahlah, gratis ini.

Tapi untungnya ada satu nama yang wah. Profesor Suyanto. Cerdas, sederhana, humoris. Sempurna, dimata saya. Dari Amikom. Akademi Minyak dan Kompor. Begitu beliau memperkenalkannya. Jangan salahkan saya menyebutnya demikian. Punya 10 kampus lebih. Tercatat di Unesco pula. Cerita perjuangan beliau itu, luar biasa. Sayang tak rampung penjelasannya. Dimana saya bisa menemukan beliau lagi. Mari Berburu.

Kami diberikan post test. Pre test juga. Ingat ketika saya hanya menangkap sepenggal kalimat dr sambutan menteri? Ya, karena saya mengisi pre test.

Kenapa ingin menjadi wirausaha? Karena Wirausaha itu hebat. Itu jawaban saya. Benarkan? Wirausaha itu hebat? Tidak hanya mencari uang untuk sendiri, juga membantu yang lain mencari uang. Tidak hanya menggantungkan nasib pada pemerintah, tapi membuat dirinya menjadi gantungan nasib banyak orang.

Tapi tidak, tujuan saya tak semuluk itu. Tujuan saya cuma satu. Saya ingin mengusahakan mimpi saya untuk terwujud. Kalian punya mimpi kan? Saya juga punya. Mimpi itu harus diwujudkan, kan? Dan butuh usaha untuk mewujudkannya, kan? Inilah salah satu usaha saya.

Balekambang, Karimunjawa, Bromo, Lombok, Wakatobi. Itu hanya sedikit tempat di Nusantara yang menjadi mimpi saya. Bahagia bukan, jika bisa menundukkan kepala memuji kehebatan-Nya di seluruh penjuru Nusantara bahkan Dunia? Dan akn lebih bahagia bukan jika dapt mengajak keluarga, Bapak Ibu, semuanya, ah, betapa mimpi itu indah.

Ah, ternyata itu sama muluknya ya? Baiklah, sederhananya, Saya ingin usaha sebagai usaha mewujudkan mimpi.

Semoga Tuhan membaca tulisan ini. Dan tahu kalo saya mau berusaha. Dengan begitu Dia akan membantu saya.

Tapi, bukankan Dia mengetahui segalanya? Itu berarti Dia pasti akan mewujudkan mimpi saya :)

Bahagianya hidup ini :)





No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Kenapa Ujian Nasional

No comments

Diskusi kami pagi itu dimulai dengan sebuah pertanyaan. Begini kira kira...

Apakah menurut kalian Ujian Nasional itu perlu?

Seorang teman mengacungkan jari dan dengan mantap mengatakan setuju dengan alasan yang saya lupa persisnya. Karena penting untuk mengukur pencapaian kegiatan pembelajaran, begitu kira-kira.

Keseruan muncul ketika teman yang lain mengangkat tangan dan mulai mengungkapkan pandangannya.
Ujian nasional itu perlu. Namun untuk sepatutnya tidak dijadikan sebagai alasan kelulusan. karena kemampuan anak berbeda. One may be good at music, other may not etc. Dan bahwa yang tau benar proses pembelajaran yang terjadi adalah para guru yang terlibat langsung saat proses pembelajaran terjadi.

Saya sangat setuju tentang poin bahwa setiap anak mempunyai kemampuan berbeda. Dan saya pikir harus ada sebuah cara di dunia pendidikan kita ini yang mampu mengakomodir itu. Sayang sekali saya belum punya solusi untuk itu.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah. Benarkah guru memahami betul bagaimana perkembangan proses belajar muridnya? Sudahkah guru berperilaku objektif ketika menilai muridnya? Sudahkah guru berperilaku jujur, profesional dengan pekerjaannya?

Saya juga calon guru, dan ini menyadarkan saya akan banyak hal.

Dosen saya bercerita kecil soal ini. Tentang dosen saya yang lain. Ketika di sebuah seminar ada seorang guru di Sumatera berkeluh kesah dan mengatakan bahwa dirinya tak mendukung adanya UN. karena anak muridnya merasa kesulitan. Dosen saya kemudian bertanya, berapa nilai rata-rata UN di sekolah anda? Guru menjawab 7,25. Komentar dosen saya ketika itu,  bukankah itu angka yang bagus untuk ukuran rata-rata? Bagaimana mungkin Anda mengatakan bahwa Anak anda merasa kesulitan sedangkan fakta membuktikan bahwa nilainya bagus.

Saya menarik dua kesimpulan dari pernyataan tersebut. pertama, si guru merendahkan kemampuan anak muridnya. kedua, si guru kerepotan saat harus mendongkrak nilai UN agar anak anak mereka lulus.

Faktanya adalah pemerintah pusat menentukan nilai batas kelulusan berdasarkan hasil UN sebelumya. Maka implikasinya adalah, jika kita menaikkan (tidak jujur) nilai UN krn agar dipandang bagus, akan semakin menyulitkan kita karena itu berarti standar akan terus naik padahal kemampuan anak kita "baik" karena dibaik-baikin.

Banyak yang mengatakan bahwa UN ini membuat anak stres. Anak jadi tertekan. Anak tidak memiliki waktu bermain. UN tidak adil karena standar nilai sekolah di Jawa dan diluar Jawa sama. Padahal infrastuktur nya sangat berbeda.

Ya, saya setuju bahwa infrastruktur adalah bagian penting.

Lagi-lagi saya mempunyai pemikiran baru tentang ini. dan lagi-lagi pesan ini datang dari dosen saya. Disaat seperti ini, posisikan diri kita sebagai orang tua. Orang tua yang baik tentunya. Bukankah kita akan lebih bahagia ketika anak kita disamakan dengan orang yang pintar (dengan kesadaran bahwa kita bisa membantu mereka untuk benar-benar sama dengan anak pintar) ketimbang anak kita dibedakan karena dianggap bodoh?

Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan. Bukankah banyak orang mengatakan demikian? Ini jamannya kerja keras. Jamannya berakit rakit, supaya bisa berenang ketepian. Bukan jamannya lagi memanjakan anak. Khawatir kalau anak berpikir terlalu keras dan sebagainya.

Justru disini point pentingnya. Seharusnya UN bisa menjadikan orang tua dan guru menjadi kompak. Kompak dalam menjadikan atmosfer belajar menjadi menyenangkan. Kompak dalam memberi semangat. Kompak dalam memberi motivasi. Motivasi bahwa ujian adalah hal biasa. Bahwa hidup akan selalu dipenuhi dengan ujian. Dan bahwa nanti, usai masa sekolah, akan ada banyak hal menantang yang membutuhkan kerja keras untuk bisa menyelesaikannya.

Ujian Nasional penting untuk mengetahui bagaimana pencapaian pendidikan kita saat ini. Apakah pembelajarannya berhasil? Apakah ada yang perlu diperbaiki. Dan inilah pertanyaan saya. Lalu apa setelah Ujian Nasional? Evaluasi seperti apa yang dilakukan? Serta perbaikan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Ini yang tidak saya tahu, dan banyak orang tidak tahu. Dan saya pikir penting bagi pemerintah untuk memberi tahu.

Ketidaksukaan karena ketidaktahuan seringkali membuat banyak orang lupa untuk bisa melihat dari sisi lain. 

Begitulah. Ketimbang kita selalu mencari-cari keburukan yang malah tidak akan menyelesaikan apapun, kenapa kita tidak mencari kebaikan yang bisa kita jadikan motivasi atau alat untuk senantiasa memperpaiki apa-apa yang masih bisa diperbaiki.

Sembari berdoa supaya pendidikan biarlah dibicarakan dalam rangka mendidik. Dibicarakan dengan keadaan sadar, bahwa inilah yang akan menjadi tonggak kebangkitan bangsa kita. Bukan dengan dicampur adukkan dengan kepentingan politis perebutan citra positif.

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Apa kabar Alphard? #eh

No comments
Pas sekali!

Sebut saja dua hari yang lalu, ketika pagi hari mantengin tv, ada sebuah kalimat luar biasa meluncur dari mulut seorang artis ternama.
Kita sebut saja Venna, atau lebih enaknya mungkin Venna Melinda #eh

Begini kurang lebih kalimatnya
"Selama 17 tahun menikah, yang benar-benar hasil keringat Mas Ivan untuk saya adalah mobil Alphard, itu hadiah kehamilan saya, itu pun SECOND" begitu katanya enteng

Tanpa tau dalam konteks apa beliau berucap begitu,dalam hati berkata...
duh tante Venna, meskipun second, tetep aja itu alphard. Ga semua orang bisa beli.

Rupa rupa beliau nya sedang menjalani sidang perceraian dengan suami. 
Dulu waktu masih cinta apa aja mau dibagi bersama katanya, sekarang waktu sudah tak cinta rebutan harta.
Duuh, wakil rakyat 

Sudah tau dong, kalau tante Venna ini anggota dpr dari fraksi demokrat?
Oh! Ataukah huru hara rumah tangga partai bisa berpengaruh pada rumah tangga kadernya?
Duuuh. Hati hati yang mau masuk partai.

Btw, apa kabar ya bbm kita. Mungkin lain kali nonton berita saja. Tapi kalau semua orang milih nonton berita, siapa yang mau memperhatikan kabar tentang artis-artis kita?

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

lagi, aku melanggar janji

No comments
menengok lagi tempat ini, sudah tiga bulan
lagi... aku melanggar janji

banyak betul yang sebenarnya yang ingin diceritakan
tapi...
ah, otak ini terlalu malas untuk mengingat kembali yang terjadi
terlalu menyenangkan, atau bahkan terlalu menyakitkan

nanti...
kalau sudah ada hasrat
parti akan tersurat semuanya

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Senja dan Kereta

No comments
Ini tentang senja dan kereta
Tentang berbaurnya pereadabaan
Tentang bersatunya perbedaan

Tentang pentingnya berjalan seseuai rel
Tentang bayangan kehancuran menyimpang dari rel
Begitulah, hidup
Punya rel
Tujuannya berbeda memang
Tapi terhubung, tak putus




Senja itu, ketika kapal udara, kuda besi, teknologi, 
dan tentu saja kereta terekam dalam sekali kedipan kelopak mata,
menyadari...
bahwa kehidupan punya jalurnya masing masing.
Bahwa ketika hari ini berkerikil, esok mungkin beraspal atau bahkan berbatu
nikmati saja..
karena pasti akan sampai ke tujuan.

-on my way being better-
January 2013
Regards,

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

two months

No comments
I missed two months last year! hope that'll not happen again, this year. More writing more gaining.
Happy new year!


#Jakarta
   Saya sudah ke Jakarta. Alhamdulillah. dua kali.
     Soekarno-Hatta Airport
     Dufan
     


 
  Sea world
   
     Monas
     Gambir
     KRL commuter
         

     Depok
     sekaligus Bogor
     Alhamdulillah
     Thankyou so much my beloved brother <3 p="">
#Singapore
#Mountain
   Saya juga sudah bisa mencoret yang satu ini. Saya ke Sindoro. Tanggal 30 Maret 2013. Melihat          
   munculnya mentari dari atas.
   

   Subhanallah :)

#Job
  Mungkin belum benar-benar pekerjaan. Tapi ini adalah 'job' yang saya maksud. ngeles privat.
  Alhamdulillah bisa menyalurkan ilmu :)
  Ngeles pertama saya ada di tanggal 13 Maret 2013. Nada namanya :)

#Surabaya
#Scholarship
#Cumlaude
#Gadget


Amien...


Di penghujung april ini, saya ingin menuliskan lagi mimpi mimpi.
#Usaha
#Malang
#Rafting

Sederhana bukan? Karena saya pikir hal-hal besar akan berawal dari langkah sederhana yang dilaksanakan segera :)

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)