Tentang Tiara

Can you even imagine what it is like to remember about everything?

1# Ngalnggeran

No comments
Ini adalah pendakian pertama saya. Puncak tertinggi di Jogja.
luar biasa banget ya ternyata mendaki itu...
Melihat ciptaan Allah dari atas, kala itu, tak ada kata lain kecuali Subhanallah...
Sholat diatas bukit ditemani senja dan semilir angin pegunungan, Subhanallah...

Here they are..














Ssayangnya kameranya kurang bagus nih, jadi gambarnya juga kurang mantap!!
Tapi yakin deh, banyak hal indah yang ga bisa diceritakan dengan gambar.
Ingin sekali mengulanginya lagi. Di puncak yang berbeda. Semoga ^^

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

hakikat cinta

No comments
Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan.Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali para pecinta di dunia ini melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat.

-Eliana, Tere Liye-

Maka tak salah bukan kalau aku melepaskannya? Karena aku mencintainya :)

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

Terimakasih Eki

No comments
"Mbak ini.." katanya sambil menjulurkan tangannya ke arah wajah ku
"Apa ini?" kataku.
"Penghapus angry bird..." jawabnya.
Sambil mengambil benda kecil itu aku bertanya "ini punya siapa?"
Dia hanya tersenyum memperlihatkan giginya sambil mengangkat tinggi tangan kanannya.
"Trus gimana?" tanyaku lagi, masih belum mengerti..
"Buat Mbak Tiara" katanya ringan...
"Waaa.. Makasih ya de" jawabku riang.
Selesailah pembicaraan singkat kami...

Namanya Eki. Muhammad K. Rizaqi nama lengkapnya. Kelas lima sekolah dasar. Saya mengenalnya ketika dia mulai belajar di rumah anggotanya Kopma. Saya kebetulan bantu-bantu ngajar disana.

Buat Eki mungkin itu hanya sebuah penghapus kecil. Yang lain pun mungkin juga cuma menganggap demikian. Tapi tidak dengan saya. Mungkin karena saya terlalu berlebihan menanggapi pemberian seorang anak kecil. Apapun itu, bagi saya, itu bukan hanya sekedar penghapus kecil bergambar angry birid.

Kalau boleh jujur, saya merasa bahwa itu adalah sebuah bukti bahwa saya ada. Bahwa akhirnya saya berguna untuk orang lain. Mungkin Eki sendiri tidak menganggapnya besar. Tapi saya pikir itu adalah tanda terimakasihnya untuk saya, mungkin. Apapun, saya merasa akhirnya saya bermanfaat.

Terimakasih Eki, untuk penghapus angry bird nya. Belajar yang rajin yaa. Biar ranking satunya bisa dipertahankan :)



No comments :

Post a Comment

leave me some words :)

I dont know what to do

No comments
Dulu sekali seseorang pernah berkata kepada saya, bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak orang yang mencintai kita, tapi tentang berapa banyak kita berusaha mencintai orang.
Dan saya percaya itu...

Tapi kini, setelah kehidupan mulai keras terhadap saya dan juga sebaliknya, saya tersadar bahwa kita tidak bisa mengabaikan seberapa orang yang mencintai kita.

Bukan, bukan berarti saya berbangga karena banyak yang mencintai saya. karena tidak begitu juga keadaanya.

Hanya saja, saya menjadi berpikir, mendapati ada orang yang membenci kita atau menjadi tidak menghargai kita karena beberapa hal yang ada di dalam driri kita, juga bisa menjadi hal yang sangat menyakitkan, memilukan. Dan itu yang saya lihat sekarang.

Saya hanya berusaha memahami, saya berusaha melihat dari berbagai sisi. Sehingga saya bisa meelihat segala sesuatunya secara lebih jernih.

Saya paham, bahwa dengan posisi saya yang sekarang ini, hal yang harus saya lakukan adalah berusaha mengerti, memahami, dan mencarikan solusi. Tapi segalanya seperti terasa rumit...

In the end, i really dont know what should i do...

No comments :

Post a Comment

leave me some words :)