Tentang Tiara

Can you even imagine what it is like to remember about everything?

Cilok Panangkringan



Ada satu tempat makan yang nggak boleh dilewatkan di Lembang. Namanya Cilok kuah Panangkringan. Jualannya apa? Cilok hahahahha

Lokasinya ada di selatan Alun-alun Lembang. Selatan agak jauh, sekitar 200 meter. Itupun kalau saya tidak salah mengira-ngira (atau mengira-ira?). Datanglah di sore atau malam hari, karena kalo siang tutup dianya hehehe.

Kalau sudah sampai, yang wajib dipesan adalah cilok kuah nya, boleh yang rasa apa aja karena semuanya enak, pake banget. Saya waktu itu pesan Cilok kuah + Ceker kuah bening dan cilok kuah asam pedas. Minumnya jangan lupa pesan yang anget-anget. Bandrek, Bajigur atau wedang jahe. Paduan yang pas untuk malam Lembang yang dingin. Apalagi ketika itu, gerimis manis turun.



Tempatnya juga seru buat ngobrol seru bareng temen-temen sambil liat lalu lalang kendaraan. Jangan tanya soal harga. Nggak akan bikin kantong jebol.

Kalau saya punya kesempatan ke Lembang lagi, cilok panangkringan yang nggak buka cabang dimanapun ini pasti akan saya datangi lagi!




Terus terang, terang terus




Matahari perlahan mulai menghilang disisi barat. Nyala lampu Kota Kalabahi mulai terlihat. Lampu rumah, lampu jalanan, kendaraan yang berlalu lalang hilir mudik. Ramai riuh rendah kehidupan malam hari kota dalam teluk ini mulai terlihat. Orang orang terlihat sibuk masing masing. Terlihat sangat hidup.

Tujuh puluh kilometer ke arah timur laut dari ramainya kota kalabahi, ada kehangatan kecil ditengah gelapnya malam hari Alor. Desa Pido yang berada tepat di tengah gunung di Pulau Alor membagikan dinginnya kepada semua yang berdiam didalamnya. Meski masih berada di pulau kecil yang sama dengan Kalabahi, nyatanya keadaan malam keduanya sungguh jauh berbeda.

Ketika ditempat lain orang orang sibuk komplain tentang listrik yang sering padam, masyarakat desa pido masih berkutat dengan ketiadaan listrik. Juga dengan keterbatasan lain sebagai imbas dari tidak adanya listrik yang mengalir di Desa Pido. Beruntung karena pemerintah memberikan lampu SEHEN (Super Extra Hemat Energi) yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya.

Keadaan sedikit berbeda di 2016 ini. Sejak awal Bulan Juli, Desa Pido kedatangan tiga orang yang bisa dibilang sangat penting bagi masyarakat. Mas-mas yang datang dari Bandung untuk mengerjakan proyek pembangunan PLTS disambut sukacita oleh masyarakat. Itu tandanya, seventar lagi bisa menikmati cahaya lampu semalaman. Bisa mendengarkan musik seharian. Bisa telpon sesuka hati tanpa harus memikirkan kehabisan baterai. Serta banyak kemewahan kemewahan lainnya.




Maka selama hampir dua bulan masyarakat bergotong royong membangun PLTS. Meratakan tanah yang miring, membangun rumah bagi PLTS. Memeasang tiang-tiang kabel. Memikul kabel ratusan meter. Semua dikerjakan dengan sukarela dengan sukacita. Tidak ada sarupun yang tertinggal untuk mengulurkan tangan membantu menyelesaikan proyek PLTS.


Kini, tinggal hitungan hari lagi Desa Pido akan menjadi lain. Malam akan menjafi terang. Kesunyian akan berganti menjadi suara riuh rendah kehidupan malam. Kehidupan akan semakin baik. Dan semua akan menjafi berbahagia. Lalu sampai setelah itu semua terwujud, semoga kehangatan, keramahan, dan conta kasih selalu meliputi Desa Pido dan penghuninya.


Pido, Kehangatan di Bukit Timur Laut




Jika ada di Alor, carilah Kecamatan Alor Timur Laut.
Dan kemudian berkunjunglah ke Pido.

Pido bukan tempat gemerlap penuh lampu
Bukan pula tempat ramai orang datang silih berganti
Juga bukan tempat ala perkotaan yang serba ada

Tapi kebukanannya itu yang membuat saya jatuh cinta

Masih ingat betul ketika saya pertama kali menginjakkan kaki ditempat ini,

Bahagia...

Hanya karena sambutan hangat dua perempuan muda,
juga mi rebus dengan sambal ketam dan tak lupa segelas kopi manis


Dinginnya menusuk tulang,
tidak heran karena memang keberadaannya yang ada di ketinggian.

Banyak yang bilang malas ke Pido karena jauh,
jalanan nya pun setengah mati.



Tapi saya bilang, bukankah puncak harus diawali dengan pendakian yang tidak mudah?






Salam hangat dari Pido,


Ngedit Foto

Lagi pengen cerita tentang sesuatu yang bikin kaget dan ternganga (apalaaaaah?).
Kejadiannya berawal dari waktu minta file foto waktu nggembel di Singapura sama Malaysia akhir Mei 2014. Yang bikin ketawa ketawa sendiri adalah salah satu foto yang diambil diacara nggembel waktu itu. ini fotonya...
date taken : 29-05-2014

Foto nya emang biasa sih. ngga bagus bagus amat. Tapi ada yang bikin spesial. Pas liat foto itu langsung aja inget sama sebuah file foto yang diedit kira kira tahun 2012. dua tahun lebih awal dari foto yang pertama. ini dia foto nya ...

date created : 24-08-2012

Dulu foto itu dibikin waktu lagi selo aja gitu, ngedit ngedit foto trus pake background tempat tempat yang pengen didatengin. Waktu itu potonya di crop pake Photoshop trus background nya diedit pake corel. Setelah jadi di print trus ditempelin di tembok kamar hahahahahaha 

Alay mungkin ya? Tapi kok jadinya saya nya malah tambah percaya kalo that's how things happened. Dari mimpi, dari keinginan. Trus kalo sekarang pengen ngedit foto dengan background Elizabeth Tower atau Tower Bridge, apakah saya bakal beneran foto dengan kedua bangunan itu yang jadi background? Only God knows hahahahah


Selamat Bermimpi 
~

Ayam nya Korea

Salah satu hal positif dari menjadi bagian dari Korean wave adalah munculnya keinginan untuk menjajal makanan Korea. Seriusan deh, coba nanya temen sekitar yang doyan ngikutin -atau setidaknya pernah ngliat- korea korea an (entah drama, musik, reality show, fashion, teknologi, atau apa aja lah), pasti mereka pengen nyobain makanan Korea.

Konsekuensi positif dari banyaknya minat orang buat nyobain makanan korea adalah banyak muncul restoran restoran korea. Konsekuensi negatifnya adalah dompet jebol ciiiin karena menu makanan korea mahaaaal. Sekali dua kali boleh laaaah, tapi tapi tapi tapi menu makanan korea kan segudaaaaang. Bakalan butuh lebih dari sekali dua kali buat bisa nyobain makanan -yang kalo liat di drama sama reality show sumpah keliatan enak banget- itu. Keterpepetan ini lah yang membuat ide 'kenapa ngga bikin sendiri' muncul.

Gayung pun bersambut... ada temen yang temennya bisa dititipin buat beli gochujang. Langsung deeeh nitip satu. Kan gochujang itu kayak magic seasoning for every korean dish yak, jadi waktu pesen itu berasa pengen masak semua makanan Korea aja gitu hahahahah

Tapiiiii.... pas doi nya udah nyampe ditangaaaaan, eeeeeeeeh nganggur aja gitu dia dikulkas berminggu minggu. Sampai suatu hari, pas ngecek channel yutub yang aku ikutin ada yang namanya maangchi.com disitu banyak banget easy made korean dish yang di upload sama maangchi baik di website maupun di youtube. Liatin deh satu satu, seru hahahah bikin lupa kalo skripsi belum kelar (toyor kepala sendiri)

Dari sekian banyak menu, pilihan pun jatuh ke Dakgangjeong. Nih resep aslinya :

  • 3½ pounds chicken wings (about 1.6 kg), washed and drained
  • ½ teaspoon salt
  • ½ teaspoon ground black pepper
  • 1 teaspoon minced ginger
  • 2/3 cup potato starch or corn starch
  • 1/3 cup peanuts (optional)
  • 4 cloves garlic, minced
  • 3 to 4 large dried red chili peppers, seeded, cut crosswise into ⅓ inch pieces (optional)
  • ¼ cup soy sauce
  • ½ cup rice syrup or corn syrup
  • 1 tablespoon white vinegar
  • 1 tablespoon mustard (optional)
  • 1 tablespoon brown sugar
  • 1 tablespoon sesame seeds
  • Grapeseed oil (or vegetable oil, peanut oil)


Dicoret semua soalnya pake resep ini cuma buat ayam gorenganya doang hahahah. Sausnya pake resep Yangnyeom-tongdak nih

  • 3 pounds (about1.5 kg) of chicken chunks
  • salt
  • ground black pepper
  • potato starch powder
  • flour
  • sweet rice flour
  • egg
  • baking soda
  • canola oil (or vegetable oil) ganti pake olive oil
  • garlic
  • ketchup
  • hot pepper paste
  • rice syrup ganti pake gula pasir
  • apple vinegar

Baca aja directions nya di link atau liat video. Ikutin plus tambahin feeling dan kata hati hahahah
Daaaaan dengan bangga dan penuh rasa syukur ini dia mmmmm ayam goreng ala koreaaaaaa....




Meskipun gambarnya jelek, rasanyaaaa beeeuuuuh. mantaaaap!! krenyes krenyesssss hahahahahah


Selamat ngiler :p 
~~~